Sholat Iedul Adha Di Simpang Lima Semarang Tidak Sesuai Ajaran Islam?! Na’udzubillahi Min Dzalik

Ada yang berbeda dengan Sholat Iedul Adha yang dilaksanakan masyarakat kota Semarang tahun ini. Dilansir dari rideralam.com yang mendapat sejumlah foto yang di-upload saudara Ahmad Luthfi di akun FaceBook-nya, terlihat bahwa umat muslim yang datang ke lapangan Simpang Lima untuk Sholat Iedul Adha 1346 H ternyata tidak melaksanakan sesuai ajaran Islam.

Iedul Adha - 02

Seharusnya, sesuai dengan hadis nabi, urutan shaf atau barisan sholat berjama’ah adalah sebagai berikut:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menetapkan bahwa shaf laki-laki di depan shaf anak-anak. Dan shaf anak-anak di belakang shaf laki-laki. Sedangkan shaf wanita di belakang shaf anak-anak. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Dari Abi Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sebaik-baik shaf laki-laki adalah yang paling depan dan seburuk-buruknya adalah yang paling belakang. Sebaik-baik shaf wanita adalah yang paling belakang dan seburuk-buruknya adalah yang paling depan.” (HR. Muslim Abu Dawud, Tirmizy, An-Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad)

Dari Abu Malik Al-Asy’ari radhiyallahu anhu,
“… Beliau letakkan orang laki-laki di depan anak-anak, sedang anak-anak di belakang mereka, di belakang anak-anak barulah orang-orang wanita (HR. Ahmad)

Dapat dilihat dari foto-foto tersebut posisi jamaah berantakan. Nampak tak ada perbedaan shaf jamaah antara pria dan wanita. Semuanya bercampur, layaknya rekreasi keluarga, bahkan ada yang terlihat duduk-duduk saja di bangku taman.

Iedul Adha - 01

Untuk diketahui bahwa di sebelah barat lapangan Simpang Lima adalah Masjid Agung Baiturahman. Mungkin sebenarnya pusat sholat adalah di dalam Masjid, namun karena sudah penuh atau karena kesulitan parkir, jamaah memilih untuk sholat di lapangan simpang lima. Dan celakanya bisa jadi tidak ada petugas atau panitia yang mengatur shaf di sana. Selain itu orang yang datang juga asal menempatkan diri saja sembarangan.

Sepertinya perlu ada campur tangan pemerintah dan para pemuka/petugas agama untuk mengatur hal ini. Selain itu juga harus ada kesadaran dari masyarakat sendiri untuk lebih teratur. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi, tak hanya di lapangan Simpang Lima Semarang, tapi dimanapun juga.

Iedul Adha - 03

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *