NU Perbolehkan Laki-laki dan Perempuan Sholat Campur

Kamis, 24 September 2015 kemarin masyarakat Indonesia dikejutkan oleh foto di akun FaceBook saudara Ahmad Luthfi yang menampilkan tentang warga kota Semarang Sholat Iedul Adha di lapangan Simpang Lima secara bercampur, laki-laki dan perempuan. Di foto terlihat tidak ada pemisahan yang jelas urutan shaf laki-laki dan perempuan, bisa di depan, bisa di belakang, dan juga satu baris.

Iedul Adha - 01Banyak pihak yang menyayangkan hal ini. Termasuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dilansir dari merdeka.com, Ganjar menyatakan bahwa aturan salat sudah jelas (urutan antara laki-laki dan perempuan).

Seperti yang diriwayatkan Ahmad dan Abu Dawud: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menetapkan bahwa shaf laki-laki di depan shaf anak-anak. Dan shaf anak-anak di belakang shaf laki-laki. Sedangkan shaf wanita di belakang shaf anak-anak.

Namun ternyata organisasi keagamaan Nahdlatul ‘Ulama (NU) memberikan pendapat yang sedikit berbeda. Di dalam rubrik tanya jawab Bahtsul Masail, website resmi nu.or.id, dinyatakan oleh Ustad Mahbub Ma’afi Ramdlan bahwa laki-laki dimungkinkan untuk sholat di belakang perempuan, maupun berbaris bersama secara bercampur.

“(apabila) terdapat shaf atau barisan laki-laki shalat berada di belangkang shaf perempuan, di atau samping jamaah perempuan, shalatnya tidak batal, namun tetap dihukumi makruh karena tidak sesuai sunnah.”

Iedul Adha - 03Alasan ini didasarkan pada jumhurul ulama selain dari kalangan madzhab Hanafi, khususnya kitab Wahbah az-Zuhaili, al-Fiqh al-Islamiy wa Adillatuhu, Damaskus-Dar al-Fikr, cet ke-4, edisi revisi, juz, 2, h. 402.

Walaupun begitu Ustad Mahbub Ma’afi Ramdlan tetap menyarankan agar penempatan shaf bagi jamaah laki-laki dan perempuan perlu diatur rapi, dan sesuai sunnah. Perlu ada campur tangan takmir masjid atau panitia sholat, khususnya dalam pelaksanaan shalat Idul Fitri atau Idul Adha.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *