Hati-hati! Simbol Setan Menyaru Sebagai Motif Batik Baju Muslimah

Simbol Setan - 01(Jakarta, 10/07/16) Pada tengah Juni 2016 lalu, masyarakat dikejutkan dengan tayangan program Ramadhan di stasiun TV pemerintah yang menampilkan dua wanita Muslim memakai baju dengan simbol agama lain di tengah setelan mereka. Sontak kejadian kontras ini diprotes banyak pihak. Masalah tersebut telah selesai. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan stasiun TV pelat merah tersebut sudah mengirimkan surat permintaan maaf.

Mirip dengan kejadian tersebut, belum lama ini di FaceBook beredar sebuah foto seorang laki-laki naik motor yang berboncengan dengan seorang wanita. Pasangan tersebut difoto tampak dari belakang. Sekilas mungkin orang mengira bahwa sang wanita yang berkerudung tersebut mengenakan baju muslimah dengan motif batik biasa. Namun bila diperhatikan baik-baik, di tengah baju tersebut tergambar kepala kambing yang berada di dalam perpotongan 2 (dua) buah segitiga yang saling berkebalikan. Ya, bagi yang sudah paham, gambar tersebut diyakini sebagian masyarakat merupakan salah satu simbol setan.

Sejumlah orang menyakini simbol setan seperti itu merupakan bentuk pengagungan dari para pemuja setan. Seperti halnya para politisi yang fanatik dengan logo partainya masing-masing, berbagai simbol simbol setan dipergunakan dan disebarluaskan oleh para pemujanya. Namun pada perkembangan budaya populer, ada beda tipis antara orang yang memakai simbol setan sebagai bentuk pemujaan atau mengikuti tren.

Simbol Setan - 02Simbol setan seperti gambar kepala kambing yang ada di dalam perpotongan 2 (dua) buah segitiga yang saling berkebalikan mudah ditemukan di kaos personil band maupun penggemar musik underground. Kaos semacam itu bisa dicari dan dibeli orang di saat acara pentas, dijual secara online di internet, atau kadang bisa juga ditemukan di pasar. Orang mudah mendapatkannya, dan nampaknya bagi sebagian masyarakat sudah dianggap sebagai hal yang biasa. Pemerintah pun, mungkin karena dengan adanya prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) dan kebebasan berpendapat, nampaknya tidak melakukan tindakan terkait hal ini.

Sementara itu dengan kreasi Batik, mengikuti perkembangan jaman, motif batik masa kini tidak selalu mengikuti pola tradisional seperti batik kawung, batik parang kusumo, batik klitik dan lain sebagainya. Bahkan simbol klub sepakbola luar negeri pun bisa masuk ke dalam kreasi batik yang beredar di Solo. Nampaknya sang desainer baju, entah sengaja atau tidak menangkap perkembangan kreasi batik modern dan memasukkan simbol setan sebagai motif batik baju muslim.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *