Mengenal Sosok Mirna Annisa Bupati Kendal Termuda

Bupati Kendal MirnaDua minggu sebelum pendaftaran calon bupati dalam pilkada Kendal 2015, Mirna belum ada keinginan untuk mencalonkan diri sebagai bupati. Posisinya yang sudah pasti sebagai anggota dewan PAW (pengganti antar waktu) dan posisi incumbent yang lebih dikenal masyarakat, membuat hitungan secara matematis peluang Mirna untuk menang sangat kecil. Namun 3 hari menjelang pendaftaran calon bupati ditutup, ada instruksi dari pimpinan di Jakarta agar Mirna maju pilkada. Kegalauan ini dia tumpahkan pada sang ibunda di Surokonto, dengan bersimpuh menangis di pangkuan untuk mohon petunjuk. Akhirnya diputuskan untuk maju dengan resiko menang atau kalah. Jika kalah, akan dihadapi dengan gagah karena sudah melaksanakan perintah pimpinan. Jika menang, itu adalah kemenangan masyarakat Kendal untuk bersama membangun tanah kelahiran.

Proses pencalonan dari hari pertama sudah menyita banyak waktu, tenaga dan pikiran. Beberapa ganjalan dan manuver politik harus dilaluinya. Warna politik tingkat kabupaten, provinsi sampai rekomendasi dari pusat; begitu mewarnai dari hari ke hari. Kegiatan harian pun menjadi makin ‘gila’, karena harus keluar rumah jam 6 pagi dan biasanya baru bisa kembali pada saat tengah malam atau dini hari.

Bagaimanapun, Mirna adalah seorang wanita dan ibu bagi kedua anaknya yang masih anak-anak. Sang anak sering protes dan menangis ketika ditinggal pergi ibunya untuk menjalankan tugas. Pernah suatu waktu Mirna pulang jam 2 dini hari. Kedua anaknya yang terbangun kaget melihat ibunya datang, serta merta memeluk dan menangis dan teriak:

Bupati Kendal Mirna 03“Bunda gak boleh pergi”.

Mirna mencoba menenangkan kedua anaknya. Tapi mereka bersikeras tidak mau tidur lagi, takut ibunya pergi. Malah mirna lah yang tertidur saking capeknya. Dalam kesempatan lain, anaknya yang sulung bertanya:

“Bunda kerja apa kok jam segini baru pulang..?”

Proses pilkada membuat rute kunjungan Mirna seperti tiada henti. Bahkan sabtu minggu juga sering tidak libur. Banyak lokasi dari pucuk gunung sampai pesisir pantai yang harus dikunjungi, dari selatan ke utara dan dari timur ke barat. Beberapa eleman masyarakat pun tak lepas dari kunjungan silaturahmi dengan membawa misi paseduluran untuk bersama membangun kendal. Belum lagi saat ini hampir semua SKPD, kecamatan, desa, organisasi kemasyarakatan, partai, lembaga pendidikan, dll., sering mengharapkan kedatangan Bupati dalam setiap even besar. Terkadang beberapa acara dilaksanakan dalam waktu bersamaan, sehingga skala prioritas digunakan untuk menentukan lokasi mana yang harus didatangi. Mungkin Mirna saat ini akan tersenyum tanpa bisa berkata-kata ketika ada yang bertanya “Apa gak capek, Bu?”. Mirna sadar bahwa itu bagian dari resiko menjadi orang nomor satu Kendal (K1).

Kemenangan Mirna dalam pilkada Kendal cukup mengejutkan, apalagi mampu meraih suara > 60%. Pendatang baru yang belum banyak dikenal dan usia juga masih belia 34 tahun, ternyata mendapat dukungan mayoritas. Ada yang berpendapat bahwa kemenangan ini lebih banyak didukung oleh rasa frustasi masyarakat terhadap laju pembangunan di Kendal yang sekian lama stagnan. Jalan rusak atau ‘dalan kebo’ seperti menjadi tagline (slogan) dalam perbincangan masyarakat, terutama setelah adanya kunjungan Gubernur Jawa Tengah ke kendal.

Bupati Kendal Mirna 02Sebagai Bupati Kendal yang baru 4 bulan menjabat, tentu banyak PR yang harus dilakukan, dari berbenah menempa diri meningkatkan kemampuan, evaluasi internal kinerja pegawai, mengkaji potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia kendal, sampai membangun visi masa depan untuk kendal yang lebih baik.

Tantangan dalam membangun kinerja tidaklah mudah, apalagi dalam membentuk tim kerja yang solid. Godaan adanya pungli, jual beli jabatan, permainan lingkaran ring satu, dll menjadi gosip yang harus dihadapi dari hari ke hari. Apalagi banyak orang yang tidak sabar ingin melihat kendal cepat berubah. Maunya semua jalan di kendal menjadi mulus, padahal alokasi anggaran sangat terbatas. Begitu juga dengan agenda besar yang perlu segera ingin dilihat hasilnya oleh masyarakat luas, seperti layanan pendidikan-kesehatan untuk seluruh lapisan masyarakat, Kawasan Industri Kendal (KIK), penertiban galian C, dll.

Dalam masa kerja yang baru 4 bulan ini, Mirna merasa mendapat ‘kado’ istimewa karena sudah dikunjungi Ketua MPR dan Presiden RI. Tentu kondisi kendal masih apa adanya dan sudah mulai berbenah. Mirna sendiri mengakui bukan malaikat, jadi tentu ada kekurangan. Makanya Mirna berharap seluruh komponen masyarakat Kendal, termasuk yang di perantauan, mau bersama membangun kendal dengan semangat gotong royong, berkeadilan, dan bercita-cita meningkatkan kemakmuran.

Mirna membuka diri terhadap masukan darimanapun untuk perbaikan dan peningkatan pembangunan di Kendal, baik lewat twitter, facebook, dan lain-lainnya.

Selamat berjuang Mbak Nok, Mari bersama mengukir prestasi terbaik untuk Kendal tercinta. (kaj) — with Anton Munajat and 54 others.

Ditulis Oleh: Muhamad Kundarto, Dosen Pertanian dan Lingkungan UPN “Veteran” Yogyakarta
Diposting pada 18 Juni 2016 di https://web.facebook.com/groups/kabupatenkendal
http://asmorojiwo.blogspot.co.id/

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *