Penulis Yozar Buat Novel Fantasi dengan Latar Belakang Kendal

Penulis asal Kendal Yozar F. Amrullah kembali ini menerbitkan buku. Kali ini bergenre fiksi fantasi dengan latar belakang atau setting daerah Kendal. Belum lama ini, buku ke-5 karya Yozar F. Amrullah tersebut didiskusikan di acara yang digelar oleh Rumah Media di kantor Harian Wawasan, Jl. Kawi No. 20, Semarang, Kota Semarang pada Sabtu, 18 Februari 2017. Novel yang berjudul “Selestia dan Penjara Teka-teki” tersebut diluncurkan bersamaan dengan deklarasi Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro) pada 22 Desember 2016.

“Selestia dan Penjara Teka-Teki” yang dapat dinikmati dari berbagai kalangan usia termasuk anak dan remaja ini bercerita tentang Selestia, anak SMP dari Jakarta yang berlibur ke desa Gebang, Kendal. Di sana, selain bertemu Raka sepupunya, Seles juga berkenalan dengan sekelompok anak yang menjadi sahabatnya. Mereka tanpa sengaja masuk ke dunia bawah tanah serta bertemu dengan ras manusia lain yang menyebut dirinya Ningrat Biru. Di dunia lain itu, Seles dan sahabat-sahabat barunya harus menyelesaikan serangkaian teka-teki agar bisa kembali ke permukaan Bumi.

Terungkap dalam diskusi tersebut, Yozar menulis novel ini dengan memasukkan unsur kearifan lokal atau budaya daerah Kendal. Di bukunya ini dia memunculkan kebiasaan masyarakat desa serta menunjukkan nama-nama jajanan tradisional khas Jawa. Menurut Yozar, orang Indonesia senang dan bangga menikmati karya fantasi dari luar negeri, sehingga dirinya berharap dengan adanya novel ini, masyarakat Indonesia lebih mencintai budayanya sendiri, serta menghargai karya fantasi penulis dalam negeri.

“Saya berharap masyarakat bisa mendapat bacaan fiksi fantasi yang menarik dengan kearifan lokal Indonesia, sebagai alternatif serbuan novel dan budaya impor. Tidak hanya saya, mudah-mudahan banyak penulis lain yang akan membuat cerita fantasi serta dapat diterima masyarakat,”kata Yozar.

Acara yang dibuka oleh Pimpinan Redaksi Koran Pagi Wawasan Gunawan Permadi ini menghadirkan penulis kenamaan Wiwien Wintarto sebagai pengulas. Pada kegiatan yang dipandu oleh Lissari Anggraeni tersebut, turut hadir Widiyartono Radyan, Redaktur Senior Koran Pagi Wawasan; Aulia Muhammad; redaktur Koran Pagi Wawasan; Wisnu T Hanggo dari Southeast Asian Press Alliance (SEAPA); Surahmat, Dosen Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang (Unnes); Dian Nafi, Penulis asal Demak, anggota LeSPI dan beberapa pemerhati literasi lainnya.

Selain berupa bedah buku dan jumpa pengarang novel “Selestia dan Penjara Teka-Teki”, event ini juga menjadi ajang Deklarasi Penpro (Asosiasi Penulis Profesional Indonesia) Kota Semarang yang memutuskan Aulia Muhammad sebagai Ketua, Wiwien Wintarto sebagai Sekretaris dan Sophie Maya sebagai Bendahara.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *