Fun Camp, Serunya Bermalam di Pulau Tiban, Kendal

Pernah ngebayangin gak, gimana rasanya kemping di suatu pulau dengan panjang sekitar 1,5 Km dan mendapatkan sajian pentas seni, serta berbagai pengalaman maritim yang seru? Alhamdulillah, kelilingkendal.com mendapat kesempatan menarik ini pada Sabtu-Minggu, 7-8 Oktober 2017 di sebuah event bernama Fun Camp: Bersama di Pulau Tiban.
.
Berdasarkan rundown yang dibagi oleh Irvan, contact person kegiatan, Fun Camp semestinya dibuka Sabtu siang. Namun tim kelilingkendal.com baru berkesempatan untuk menyeberang pada malam hari. Kebetulan dari panitia sekalian nitip barang ke kami, haha..
.
kelilingkendal.com sebetulnya pernah ke Pulau Tiban setahun yang lalu, namun pada perjalanan pagi hari. Perjalanan malam menimbulkan sensasi tersendiri. Pertama, angin malam yang dingin menambah sejuknya perjalanan. Kedua, jelas karena suasana gelap, ditambah terlihat petir di awan nun jauh di sana. Sempet khawatir juga, kalau hujan kan kegiatan kemping jadi ga asyik, belum kalau air laut pasang. Jangan-jangan pulau bisa tenggelam? Namun Alhamdulillah hujan tidak jadi.
.
Tidak banyak yang kami bawa. Selain barang keperluan pribadi dalam tas ransel, panitia kegiatan membekali kami dengan tenda dan matras. Kami bahkan lupa tidak membawa alat penerangan, tapi tak begitu masalah karena bisa dengan bantuan lampu handphone. Kami dengar juga khusus untuk event ini, akan ada listrik dari genset di pulau nanti.
.
Seperti diketahui, kalau ingin pergi ke Pulau Tiban, jalur terdekatnya adalah dengan menyeberang dari Desa Kartika Jaya menggunakan perahu kayu atau speed boat. Dari dermaga Desa Kartika Jaya, Speed Boat yang kami naiki bergerak ke arah utara. kelilingkendal.com tidak bisa membayangkan bagaimana Nahkoda menggerakkan kapal di malam hari yang gelap ini. Gimana kalau nabrak kapal lain atau tiba-tiba ada ikan raksasa? Ternyata di bagian depan speed boat ada beberapa bapak yang bertindak sebagai pemandu. Mereka menyorotkan lampu senter untuk memberikan sedikit penerangan. Perjalanan ditempuh tidak begitu lama, sekitar 10 menit. Dari kejauhan kami melihat cahaya di pulau yang berasal dari lampu-lampu penerangan.
.
Begitu mendarat di dermaga Pulau, kami langsung bergerak menuju bagian tengah. Kami bahkan lupa bertanya kepada Irvan, siapa contact person yang bisa ditemui di sini. Alhamdulillah kami bertemu dengan Sodrun, yang ternyata adalah petugas lapangan. Dia sedang bersama teman-teman Acala: Outdoor Rent. Fajar, yang mengelola Acala membantu kami mendirikan tenda. Ini adalah pertama kalinya kelilingkendal.com menggunakan tenda. Maklum, tadinya kami kuper alias kurang pergaulan, haha.. Ternyata mendirikan tidak susah sih, hanya perlu sedikit ketelatenan. Tenda kami didirikan berseberangan dengan tenda peserta Fun Camp lainnya. Entah kenapa satu-satunya yang di seberang.
.
Selesai menaruh barang, kelilingkendal.com menemui Sodrun dan berbincang-bincang. Kami mendapatkan banyak cerita, termasuk mengenai kegiatan Fun Camp ini, tentang Tiram, dan lain sebagainya. Sodrun lalu mempertemukan kami dengan pak Tarjum, salah satu anggota Pokdarwis Kartika Jaya. Dari beliau kami mendapat informasi mengenai asal-usul pulau Tiban. Menurutnya perhatian pada pulau ini dimulai pada sekitar November 2014 karena adanya abrasi yang menyerang wilayah laut Desa Kartika Jaya, Patebon. Selanjutnya, kurang lebih informasi dari beliau sama dengan yang kami terima dari pak Joko setahun yang lalu. Pembaca dapat mengikuti di tulisan kami lainnya. Namun hal baru yang kami dapatkan adalah ternyata nama Pulau Tiban ini dari pak Tarjum. Karena menurutnya orang Jawa umumnya kesusahan untuk melafalkan nama kebarat-baratan seperti Kartika Beach. Bukan bermaksud membuat persepsi yang keliru, mengada-adakan cerita bahwa pulau ini muncul dalam sekejap malam.
.
Dari informasi pak Tarjum, dapat diketahui perkembangan Pulau Tiban setahun ini adalah semakin bertambahnya kegiatan di sini. Yang masih terus berlangsung adalah penanaman Bakau, yang lainnya adalah kegiatan sedekah laut, camping, outbound, dan juga pentas musik. Pernah suatu ketika ada konser musik underground di tempat ini dengan penonton luar mencapai sekitar 300 orang, ditambah penduduk sekitar kurang lebih 200, jadi total 500 orang. Pengelola sempat kerepotan dan khawatir, namun Alhamdulillah berjalan lancar. Menurut pak Tarjum, kemungkinan nanti pada pergantian tahun Masehi bakal ada acara seru lagi di tempat ini. Tahun lalu, pengunjung malam tahun baru mencapai sekitar 600-700 orang, dan pada hari H tahun baru/paginya bahkan mencapai 1.000 orang.
.
Tak lama kemudian, hadir Ulin dari Rumah Kreatif Film Kendal. Kelilingkendal.com pertama bertemu dengannya saat ada pertemuan komunitas se-Kabupaten Kendal untuk menyelenggarakan acara Kendali Seni Kendal 2017. Di Pulau Tiban ini Ulin hadir sebagai MC acara di panggung seni, dengan penampilan utama dari Komunitas Gitaris Kendal. Film Rekso besutannya juga diputar di sini, melalui sarana layar tancap. Para pengunjung nampak takjub dengan cerita dan sinematografinya yang artistik.
.
Malam semakin larut, namun kantuk belum datang. Kelilingkendal.com berkenalan dengan salah satu peserta camping, yaitu pak Rudy dari Omah Kemas Production yang datang bersama rombongan. Beliau juga kebetulan berasal dari unsur Pemerintah Kabupaten Kendal, yaitu Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar). Darinya kami mendapat berbagai informasi mengenai UMKM Kendal dan juga hal-hal unik yang ada di Kabupaten Kendal. Salah satunya dapat kita dapati di Pulau Tiban, yaitu ombak bercahaya hijau kebiruan karena adanya biota laut plankton. Ini adalah pengalaman pertama kalinya Kelilingkendal.com menyaksikan fenomena alam semacam ini. Berbincang-bincang memasng asyik, tapi harus realistis, mengingat hari Minggu masih ada sejumlah kegiatan yang perlu diikuti, sekitar jam 3 pagi Kelilingkendal.com pun memutuskan untuk beristirahat.
.
Keesokan harinya, saat gelap mulai memudar, kami terbangun dan tergopoh-gopoh mencari mushola. Di pulau ini air bersih ditampung di bak tandon. Satu di dekat Musholla untuk memfasilitasi wudlu sholat, dan bak yang lainnya di Toilet MCK. Satu per satu peserta camping pun bangun. Aktivitas pun dimulai. Ada yang sholat Subuh, ada yang main pasir, dan ada juga yang melaksanakan permainan kelompok, misalnya: ji tong pet. Kelilingkendal.com memilih ngobrol dengan Sodrun yang dan sejumlah anak laki-laki kecil Desa Kartika Jaya yang sedang bercanda dengannya. Kami membuat permainan menggambar di atas pasir. Meskipun sederhana namun tetap seru. Mengambil sebuah tema, kemudian menerjemahkannya ke dalam suatu bentuk dari tafsir imaji masing-masing, kemudian membahasnya.
.
Sebenarnya Kelilingkendal.com ingin menghabiskan waktu di hari Minggu, 8 Oktober 2017 sampai rangkaian Fun Camp selesai. Kami bahkan belum menyaksikan atau ikut dalam penanaman mangrove dan menikmati penampilan seni campursari. Namun karena ada kepentingan lain, mau tidak mau kami karus meninggalkan acara lebih awal. Segera kami berkemas membereskan tenda dan menyerahkannya pada panitia. Dengan menggunakan perahu kayu warga, bersama dengan sejumlah orang lain kami pun meninggalkan Pulau Tiban menuju dermaga Desa Kartika Jaya.
.
Namun rupanya keseruan Pulau Tiban belum berakhir. Di perjalanan menuju darat, kelilingkendal.com sempat berbincang dengan nahkoda perahu. Kami menyampaikan ketertarikan untuk menikmati Tiram, seperti yang diceritakan Sodrun mudah ditemukan di pesisir Pulau Tiban, namun sayangnya kami tidak berkesempatan untuk mencari biota laut tersebut. Sang Nahkoda, yang lupa kami tanya namanya, malah menawarkan untuk beli Tiram dari warga. Kami bahkan menyaksikan proses pengambilan Tiram dari nelayan yang membudidayakannya di tepian laut saat perahu lewat. Saat mendarat sang Nahkoda langsung bertanya pada salah satu, yaitu pak Pu’i apakah ada tiram yang siap kami bawa pulang. Nahkoda lalu mengarahkan kami menuju rumah pak Pu’i sembari sang empu rumah berjalan pulang membawa hasil budidayanya.
.
Setelah berbincang dengan pak Pu’i, kembali lagi kelilingkendal.com mendapat pengalaman pertama yaitu menikmati Tiram segar yang baru direbus. Hm.. rasanya nikmat sekali. Kuahnya asin segar dan aromanya khas laut. Padahal menurut pak Pu’i Tiram itu tidak diberi bumbu apapun. Kami pun membeli 1 Kg tiram beku yang dibagi dalam 2 plastik.
.
Sungguh seru dan menyenangkan mengikuti Fun Camp: Bersama di Pulau Tiban. Ada berbagai hal menarik, baik yang alami maupun yang telah disiapkan panitia. Anda ingin mendapatkan keseruan yang serupa? Bagi yang hendak mengunjungi Pulau Tiban tersedia berbagai paket wisata, seperti Paket Sekolah, Paket Umum, dan Paket VIP . Bagi yang ingin menginap di Pulau Tiban dapat menghubungi sekretariat Pokdarwis di nomor: 081901226564.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *