Gereja Ayam Bukit Rhema, Rumah Ibadah Semua Agama

Masih di seputaran kawasan Candi Borobudur, ada satu tempat unik dan istimewa. Kalau melihat penampilannya, orang banyak mengira bahwa bangunan ini berbentuk ayam. Tapi sesungguhnya sang pendiri, yaitu Daniel Alamsyah memaksudkan bangunan ini sebagai rumah ibadah dengan bentuk burung merpati.

Untuk menuju tempat ini, pengunjung bisa melewati jalan kecil dari puncak Punthuk Setumbu, namun bisa juga lewat jalan lain dari kaki bukit. Setelah memarkir kendaraan, pengunjung harus melewati jembatan bambu yang terbentang di atas sebuah sungai, kemudian menyusuri hutan bambu kira-kira 500 meter. Sebenarnya ada jalan lain yang lebih lebar, namun kelilingkendal.com tidak lewat sana.

Sama seperti Punthuk Setumbu, biaya masuk tempat wisata ini dibedakan untuk wisatawan domestik Rp15.000,- dan turis asing Rp30.000,- dengan bonus sobekan karcis dapat ditukar jajanan tradisional. Loket tiket terletak di kaki bukit. Untuk mencapai bangunan rumah ibadah, pengunjung bisa berjalan kaki melewati tanjakkan yang cukup tajam, atau menumpang mobil jip. Pemeriksaan tiket dilakukan di pintu masuk Bukit Rhema.

Di pelataran bukit, pengunjung sudah bisa memfoto tempat wisata ini atau selfie dan wefie. Selain bangunan utama, yang mencirikan tempat ini adalah rumah ibadah adalah adanya patung manusia bersayap. Memasuki pintu utama, pengunjung mendapati semacam hall luas dengan barisan kursi mirip di dalam gereja. Namun tidak ada altar di bagian depan, melainkan beberapa pajangan foto tentang proses pembangunan Bukit Rhema, dilengkapi dengan keterangan. Ornamen kaca berwarna juga ada di beberapa titik dekat jendela.

Untuk memasuki ruang bawah tanah, pengunjung melewati tangga di bagian belakang bangunan. Di sinilah tempat pengunjung beribadah. Ada bilik do’a, musholla yang dilengkapi tempat wudlu, serta Wall of Hope (dinding harapan) tempat pengunjung menyematkan harapan/do’a yang ditulis di secarik kertas. Berbagai untaian kata mutiara tersemat di dinding-dinding ruangan. Terdapat juga sejumlah lukisan dengan tema reliji.

Setelah mendekatkan diri pada Tuhan, pengunjung dapat naik ke lantai 2. Di sana terdapat Kedai Rakyat W’Dank. Di sinilah tempat penukaran sobekan karcis untuk jajanan. Selain itu pengunjung dapat membeli makanan tradisional seperti gorengan, nasi kucing dan minuman. Dari sini pengunjung juga dapat menikmati panorama alam Magelang yang indah terhampar luas bagai surga.

Salah satu spot utama untuk melihat lingkungan sekitar dan berfoto ria adalah di mahkota merpati. Pengunjung perlu berjalan ke depan dan naik tangga. Karena tempatnya yang terbatas, pengunjung harus bergantian. Sebaiknya tidak lebih dari 10 orang agar tidak merusak kenyaman dan keindahan dalam berfoto.

Bhukit Rhema didirikan sudah cukup lama, yaitu sekitar tahun 1992, dan pembangunannya belum selesai sampai sekarang. Masing kurang 40% lagi. Tempat ini mulai menanjak popularitasnya sejak muncul di film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2. Buat kamu-kamu yang hobi travelling, saat mengunjungi Jogja dan Magelang, jangan cuman mengunjungi jalan Malioboro dan Candi Borobudur. Banyak destinasi wisata menarik seputaran tempat itu, salah satunya adalah Bhukit Rhema ini.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *