Mengintip Proses Melinting Rokok di Museum Tembakau House of Sampoerna

Kembali kelilingkendal.com menjelajah ke kota lain. Kali ini agak ke ujung Timur Pulau Jawa, yaitu Surabaya. Sebenarnya tak ada tujuan pasti mau kemana di kota ini, karena dikira teman yang tinggal di sini yang akan ajak. Namun karena dia juga pendatang, jadinya pilihan kunjungan pun random. Dari hasil periksa di Google Map, salah satu tempat tujuan wisata di pusat kota Surabaya adalah Museum Tembakau alias House of Sampoerna (HoS).

Karena bukan perokok, awalnya agak setengah hati menjejakkan ke tempat ini. Apalagi tempatnya agak sedikit masuk ke jalan yang tidak begitu lebar. Namun sampai di lokasi, terlihat suasana asri. Ada taman-taman dan kolam air. Halaman cukup luas, parkir pun lapang. Kemudian terlihat bangunan utama dengan sejumlah pilar dan atap tinggi, mirip bangunan kuno Eropa, namun mengibarkan bendera Merah Putih. Lalu disampingnya juga ada bangunan lain yang lebih kecil.

kelilingkendal.com mencoba mencari loket penjualan tiket masuk, tapi tidak ketemu. Kami melihat orang keluar masuk pintu bangunan utama, dan kami pun masuk. Ternyata mengunjungi museum tembakau ini tidak dipungut biaya.

Di dalam, kami disambut aroma tembakau yang khas. Melihat berkeliling, nampak tertata berbagai properti terkait tembakau seperti alat produksi tembakau, timbangan, alat suling, alat cetak bungkus rokok, kemudian material terkait rokok seperti cengkeh, lalu foto lawas tentang kegiatan proses produksi rokok, foto Direktur Sampoerna dari masa ke masa, korek api dari masa ke masa, dan juga kios rokok tradisional.

Namun kami melihat ada sejumlah properti seperti karung berisi garam, kayu manis, dan lain-lain yang rasanya tidak ada hubungannya dengan tembakau atau rokok. Rupanya saat kami berkunjung sedang ada event pameran dengan tema perdagangan Kejayaan Maritim Kerajaan Majapahit.

Naik ke lantai dua, kami melihat tanda kamera dicoret. Pengunjung rupanya dilarang mendokumentasikan baik foto maupun video di sini. Padahal di lantai 2 ini kita bisa melihat proses melinting rokok secara manual yang dikerjakan beberapa karyawati perusahaan rokok Sampoerna. Dari lantai ini pun bisa terlihat di lantai 1 bagian belakang rupanya ruang kerja serupa yang lebih luas, dengan pekerja lebih banyak. Mereka bekerja secara terampil dan cekatan. Sangat menarik sebenarnya, namun dari pihak manajemen museum tidak mengijinkan. Informasinya karena karyawati ada yang tidak berkenan fotonya dipublikasikan. Jadi kalau ada media yang ingin meliput harus menghubungi pihak musem. Selain itu di lantai 2 ada display baju batik yang bisa dibeli pengunjung.

Selanjutnya pengunjung bisa bergeser ke bangunan sebelah. Selain museum, House of Sampoerna memiliki ruang pameran. Saat kelilingkendal.com berkunjung, tema yang diangkat adalah “Memetri Kriya”. Pameran Seni Kriya sebagai wujud menjaga warisan Budaya. Kegiatan merupakan kerjasama antara HoS dengan Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Dilaksanakan pada 24 November 2017 hingga 06 Januari 2018. Tidak hanya para mahasiswa, dosen pengampu dan alumni pun ikut menghadirkan kurang lebih 30 karya kriya yang melibatkan 16 peserta dari FBS UNESA.

Layanan lain dari House of Sampoerna adalah bus wisata keliling kota, Surabaya Heritage Track. Bus ini sehari berangkat 3 kali, mulai jam 09:00, 13:00 dan 15:00 WIB. Pengunjung HoS perlu mendaftarkan diri terlebih dahulu untuk bersama rombongan mengunjungi beberapa tempat bersejarah di Surabaya selama kurang lebih 1.5 sampai 2 jam.

HoS berdiri sejak 9 Oktober 2003. PT HM Sampoerna Tbk. mendukung perkembangan seni, budaya, sejarah dan pariwisata melalui berbagai agenda kegiatan yang mengedepankan nilai-nilai edukatif dan sosial. HoS bekerja sama dengan lebih dari 211 UMKM, masyarakat sekitar, berbagai komunitas, institusi dan pemerintahan. Rata-rata per bulan, HoS dikunjungi 17.000 wisatawan, baik domestik mapun Internasional. Museum ini berhasil meraih berbagai penghargaan, diantaranya adalah ‘Top 10 Museum di Indonesia’ dari TripAdvisor pada periode 2013 – 2017.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *