Ndaru, Berkas Cahaya Misterius

Pada akhir Maret 2018 lalu, kelilingkendal.com melakukan perjalanan dengan mobil bersama driver pak Sis yang berasal dari Limbangan. Admin cerita ke pak Sis mengelola website dan medsos yang mengulas tentang Kendal dan mengungkapkan keinginan untuk menggali informasi terkait dongeng atau cerita rakyat.

Pak Sis ini kakeknya adalah Dalang dan budaya jawa kental di keluarganya. Pak Sis masih suka dengan ketoprak dan wayang. Mungkin dari hal ini, pak Sis kemudian bercerita mengenai fenomena Ndaru. Pak Sis bilang Ndaru itu ada 3 macam:

Pertama yang disebut sebagai Ndaru Wahyu adalah berkas cahaya yang muncul saat adanya pemilihan lurah alias pimpinan kelurahan. Berkas cahaya ini pindah dari satu calon ke calon yang lain. Intinya yang mendapat berkas cahaya ini akan mengapat anugerah. Mungkin bakal terpilih sebagai lurah.

Kedua, Ndaru Siwur. Beda dengan Ndaru Wahyu yang berpindah dari satu rumah ke rumah yang lain, Ndaru Siwur adalah sinar berbentuk seperti siwur alias gayung tradisional dengan kepala batok kelapa dan gagang kayu. Sinar Ndaru Siwur konon turun ke rumah orang yang akan meninggal.

Berikutnya adalah Ndaru Pusaka. Beda dengan Ndaru Wahyu dan Ndaru Siwur, sinar dari Ndaru Pusaka jatuh ke bumi. Mungkin diantara semak-semak. Jika orang mau menggali di sekitar tempat jatuhnya Ndaru Pusaka, konon dia akan menemukan keris.

Selain bercerita mengenai Ndaru, pak Sis juga memberitahu soal fenomena cahaya lain. Di malam hari, orang akan melihat seperti obor dari jauh, kian mendekat makin besar sinarnya. Bila ada orang coba bersiul, cahaya itu akan semakin mendekat. Konon fenomena in adalah makhluk halus, dimana masyarakat daerah Pakis menyebutnya sebagai Kemamang.

Pak Sis ternyata menyimpak banyak cerita rakyat/dongeng/mistis karena berasal dari daerah gunung. Ada juga ceritanya mengenai curug atau air terjun yang dibaliknya ada gua, dimana orang bilang gua itu kalau ditelusuri bisa tembus sampai daerah Demak. Tentu untuk mengetahui benar tidaknya harus diteliti lebih dalam.

Bagikan:

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *