Kesegaran Air Terjun Curug Lawe Secepit Buah Manis Perjuangan Pendakian Jalanan Berbatu dan Terjal Limbangan

Keindahan alam, hawa yang sejuk, dan kesegaran air terjun adalah hadiah yang layak untuk membayar perjuangan petualang setelah menghadapi rintangan seperti jalanan berbatu dan terjal. Air Terjun Curug Lawe Secepit yang terletak di Dusun Gunung Sari, Desa Ngesrep Balong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal adalah salah satu buah manis perjuangan tersebut.
.
Minggu, 13 Mei 2018 lalu, admin KelilingKendal.com yang bergabung dalam Komunitas Pengelola Akun/Administrator Instagram Kendal serta Genpi Kendal mengadakan kegiatan “Piknik Asik Bareng Admin Instagram Kendal”. Kali ini tujuan wisata kami adalah Curug Lawe Secepit dan Kebun Teh Medini. Jadi selain internal anggota komunitas, kami mengajak follower/masyarakat umum untuk juga turut serta kegiatan ini.
.
Awalnya kami berkumpul dulu di salah satu SPBU di Boja. Jadi baik pelancong yang dari Semarang maupun Kendal bisa bersatu dulu di sini. Lalu berikutnya adalah pemilihan rute. Sebelumnya di grup WA, mas Rahmat @iniboja dan Tommy @EventKendal menginformasukan ada 2 rute yang bisa dilewati, pertama lewat Nglimut yang jalannya lebih datar namun tanjakkannya curam, dan lewat jalur lain yang jalannya berbatu namun tidak begitu curam. Masing-masing pilihan menantang. Akhirnya kami memilih ke jalur yang lebih berbatu.
.
Tadinya saya pikir paling ya ga gitu-gitu amat kayak cerita orang, eh tapi ternyata benar. Naek motor di jalan situ kayak hape dalam mode getar. Geli-geli gimana gitu. Sebaiknya kendaraan yang kamu pakai menuju ke atas adalah yang fit. Sudah diservis, bensin full tank, dan kalau punya motor trail atau jenis Jeep lebih baik lagi. Satu lagi, jangan ke sana pas ujan. Bakal licin dan berbahaya. Sebaiknya juga berangkat pagi biar ga panas maupun kena debu.
.
Saya nggak menghitung dengan akurat, mungkin kurang lebih setelah setengah jam rombongan melipir ke sisi kanan jalan, mampir ke sebuah rumah. Saya pun ikutan parkir. Di tempat ini rombongan disambut oleh mbak Dewi, warga Dusun Gunung Sari. Menurut Ismi @kendalupdate, mba Dewi ini anggota Genpi Kendal. Di sini rombongan mendapat sajian kudapan kacang rebus, keripik singkong gorengan, dan minum teh.
.
Setelah itu, dengan dipimpin mbak Dewi, rombongan melanjutkan perjalanan. Saya dan rekan boncengan dititipi kudapan untuk kita nikmati di tempat wisata. Para petualang kembali harus menghadapi jalanan berbatu, namun jaraknya tidak terlalu jauh. Tidak lama, kembali kami melipir ke sisi kanan jalan. Mampir ke sebuah rumah. Selain kami ada juga rombongan pemotor trail salah satu merek motor yang sedang beristirahat di sana. Mba Dewi mengarahkan agar bungkusan kudapan yang saya bawa untuk dibagikan agar tidak membebani salah satu orang saja membawa barang. Isi bungkasan tersebut adalah Majipa, manisan buah produksi daerah ini yang terbuat dari Jipang dan arem-arem.
.
Sebelum sampai di rumah singgah, saya melihat di sisi kiri jalan ada semacam gerbang dengan gapura bambu dilengkapi tulisan warna-warni “Curug Lawe Secepit”. Ternyata inilah pintu masuk menuju area air terjun. Rombongan bergerak kemari dan berfoto bersama di depan gerbang sambil membentangkan MMT “Piknik Asik Bareng Admin Instagram Kendal”, tentunya dengan berbagai pose asyik dan instragammable banget.
.
Melewati jembatan bambu, rombongan selanjutnya menyusuri jalan setapak di area perbukitan. Perjalanan kami diiringi teman-teman dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Desa Gunungsari. Mata kami disegarkan oleh hijaunya pepohonan, tanaman kopi dan tanaman perdu. Walaupun tebing yang kami lewati cukup aman, namun tetap saja harus berhati-hati melangkah. Sesekali terdengar suara serangga khas pegunungan yaitu ‘Tonggeret’ atau ‘Gareng Pung’. Dalam perjalanan saya sempat berfoto bersama dengan ibu warga sekitar yang menggendong kayu bakar. Gemericik air sesekali terdengar menyejukkan. Terlihat warnanya yang jernih dan menggoda untuk disentuh. Suara gemuruh air terjun lambat laun mulai terdengar.
.
Kisah Menarik dari Air Terjun “Curug Lawe Secepit”
Setelah sekitar 800 meter sampailah kita ke tempat tujuan. Subhanalloh. Sungguh indah alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Pemandangan air deras yang turun dari tebing setinggi kurang lebih 50 meter segar menyejukkan mata. Kami sempat berpapasan dengan rombongan mahasiswa/i yang mengaku dari Thailand, tamu dari UIN Wali Songo, Semarang yang hendak meninggalkan tempat ini. Sebelum rombongan bubar dan sibuk berselfie, Zain @pesona_kendal mengumpulkan kami. Ia memberikan salam pembuka. Selanjutnya ia mengundang pak Wahyudi, Ketua Pokdarwis, Desa Gunung Sari untuk menceritakan tentang kisah Air Terjun Lawe Secepit.
.
Menurut pak Wahyudi, penamaan Air Terjun ini adalah dari asal mula nama Dusun Gunung Sari. Dulunya daerah ini bernama Secepit dari kata dasar cepit atau kecepit. Kenapa? Karena letak pemukiman ini terhimpit antara daerah pekebunan dan hutan. Namun lambat laun daerah ini ramai dan berkembang, sehingga salah satu lurah mengubah namanya menjadi Gunung Sari. Namun untuk membedakan Air Terjun ini dengan berbagai Air Terjun lain di lereng gunung Ungaran maka dia dinamakan Curug Lawe Secepit.
.
Satu hal istimewa dari Air Terjun ini, menurut Pak Wahyudi adalah adanya batu putih besar di dasar air terjun. Konon warna putihnya ini karena batu ini tidak bisa basah karena cipratan air terjun. Dipercaya dari cerita turun temurun di dalam batu ini terdapat emas. Ada orang yang ingin mengambil emas di dalam batu dengan cara memancingnya dengan emas yang dia siapkan. Namun rupanya emas yang sebagai pancingan ukurannya lebih kecil, yaitu sebesar Merpati, sedangkan emas di dalam batu putih ukurannya sebesar Angsa. Akibatnya emas yang sebagai pancingan malah tersedot masuk ke dalam batu putih.
.
Saya kemudian menanyakan mengenai fauna yang ada di area ini. Kalau saja datang pagi dan beruntung, menurut pak Wahyudi, kami bisa bertemu dengan Lutung, semacam kera hitam yang berekor panjang. Ia lalu menunjukkan semacam tanaman yang merupakan makanan makhluk tersebut bernama galendra. Selain itu, kadang terlihat juga di daerah ini Kijang yang biasa makan bunga pacar bayu, dan berang-berang. Kalau harimau menurut pak Wahyudi tidak ada. Tambahan dari mbak Dewi, di sini juga masih ada Julang Emas, burung elang besar yang termasuk hewan dilindungi negara, tapi sudah rada jarang. Orang sini menyebutnya “gogik”. Mengenai Flora, mbak Dewi bercerita bahwa masyarakat daerah sini di rumahnya memiliki bunga anggrek macan, atau kalau menurut komunitas pecinta anggrek disebut anggrek vanda tri colour.
.
Usai intermezo dengan Ketua Pokdarwis, Zain mengajak rombongan piknik untuk bersih-bersih area sekitar air terjun. Sampah-sampah yang tersebar dikumpulkan, diwadahi karung. Tak hanya sekedar piknik, kami juga kerja bhakti untuk kenyamanan bersama. Setelah itu masing-masing menyebar deh. Ada yang selfie, foto bareng, ngevlog, tiduran di Hammock, maupun mandi di bawah air terjun.
.
Saya sendiri penasaran dengan batu putih dan mendekat ke sana. Nggak mau mandi karena nggak bawa bantu ganti, tapi pengin menikmati dari dekat. Ternyata deburan air terjun menimbulkan hembusan angin yang kencang. Cipratan air pun kemana-mana, sehingga saya pun melepas kaos. Namun celana saya sedikit basah. Ternyata sensasi melihat air terjun dari jauh dan langsung berada di dasarnya beda jauh. Saya merasakan kesegaran dan suntikan energi yang luar biasa. Seakan membuat semangat hidup bertambah lipat. Rasanya jadi siap menghadapi berbagai kesulitan dunia. Capek dan perjuangan pendakian jalanan berbatu terjal menuju daerah sini terbayar sudah.
.
Setelah puas bermain kami pun meninggalkan tempat ini. Dalam perjalanan pulang menapaki jalan setapak, rombongan lebih banyak diam. Mungkin meresapi suasana alam yang mereka nikmati. Saya sendiri kadang nyeletuk atau ngajak ngobrol yang lain biar tidak terlalu sepi. Kunjungan ke Curug Lawe Secepit ditutup dengan makan siang bersama di rumah singgah. Menunya khas pedesaan, nasi urap, tempe bacem dan ikan kering tepung. Sungguh nikmat. Nggak ada salahnya jika Anda pun berkunjung ke tempat ini merasakan berbagai sensasi yang ada seperti kami.

Bagikan:

2 comments

  • Dewi

    Atas nama pokdarwis dan masyarakat
    Gunungsari Ngesrepbalong kami mengucapkan Terima kasih sebesar nya kepada mas yozar admin keliling Kendal, teman2 admin insta kendal, teman2 genpikendal dan Semarang dll yg tlah berkunjung ke curuglawesecepit dan mengeksplore destinasi wisata di tempat Kami, semoga dapat menjadi informasi dan Pilihan bagi masyarakat luas dan penikmat alam utk berkunjung ke tempat Kami… Let’s visit #curuglawesecepit dan nikmati keindahan alamnya..

    • Keliling Kendal

      Iyaa, sama-sama. Terima kasih juga mba Dewi, sudah diterima dengan baik-baik. Kayaknya masih banyak destinasi lain yang belum diexplore yak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *