Kesiangan tapi Masih Tetep Asyik di Kebun Teh Medini

Usai menikmati Kesegaran “Air Terjun Curug Lawe Sejepit”, rombongan “Piknik Asik Bareng Admin Instagram Kendal” yang diadakan Komunitas Pengelola Akun/Administrator Instagram Kendal serta Genpi Kendal pada Minggu, 13 Mei 2018 melanjutkan perjalanan ke Kebun Teh Medini. Daerah ini terletak berada di ketinggian sekitar 2.050 meter dari permukaan laut di Medini, Dusun Gunungsari, Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Luasnya sekitar 386 hektar. Kebun teh ini konon sudah ada sejak jaman kolonial Belanda.

.
Kembali kami menghadapi tantangan jalanan berbatu. Saya juga nggak menghitung dengan akurat, mungkin kurang lebih perjalanan lima – sepuluh menit dari Curug Lawe Secepit. Setelah melewati sebuah pabrik pengolahan daun teh, nampaklah sebuah gundukan perbukitan kebun teh yang tinggi. Sebenarnya rombongan harus menitipkan kendaraan di kaki bukit kebun teh. Saya melihat ada sejumlah motor di parkiran dan melihat rombongan lain, yang menurut salah satu teman adalah pendaki gunung. Namun mbak Dewi anggota Genpi Kendal yang warga situ mengajak kita untuk tetap mengendarai motor. Menurutnya tempat tujuan masih jauh dan harus naik tinggi. Sebagian anggota rombongan yang belum sholat saat rumah singgah, menyempatkan diri sholat Dluhur dulu di Masjid At-Taqwa di kaki bukit kebun teh.
.
Saya sempat melihat di sini ada pipa air PAM yang membentang dari puncak dan konon sampai ke daerah bawah untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Namun sayangnya ada satu titik bocor dan entah kapan akan dibenahi.
.
Menaiki jalan kecil berbatu di Kebun Teh Medini membutuhkan motor dengan kondisi yang baik. Di akhir perjalanan, walaupun belum sampai puncak, mesin motor saya sempat bau seperti terbakar. Udah nggak kuat lagi. Untungnya mbak Dewi ngajak stop di situ. Motor rombongan diparkir di sisi jalan.
.
Maka sampailah kami di tempat tujuan. Tanaman-tanaman teh nampak terhampar luas indah. Sejauh mata memandang terlihat gunung dan pepohonan. Sejuk banget di mata. Rombongan piknik pun menyebar mengambil spot-spot menarik untuk selfie, foto bareng dan ngevlog. Di sini saya melihat ada truk pengangkut pemetik teh melintas. Arahnya dari jalan menuju daerah Promasan. Mba Dewi cerita kalau pemetik teh di Kebun ini berasal dari Dusun Gedongan, Gempol, dan Gunung Sari. Mereka berangkat pagi dan pulang sore. Para pemetih teh ini dibayar oleh pabrik dari berapa kilo/berat dari pucuk teh yang berhasil dipetik.
.
Keasyikan kami berjalan-jalan di kebun teh sempat terkendala ketika mobil bak terbuka pengangkut pemetik teh dan pucuk teh hasil petikan yang sudah di dalam karung hendak lewat dan turun. Motor yang kami parkir sisi jalan menghalangi perjalanan mobil, sehingga harus segera dipindahkan. Bergegas kami meminggirkan motor agar mobil bisa lewat. Alhamdulillah masalah segera diatasi, dan rombongan piknik kembali bisa melakukan aktivitas asyik.
.
Campur informasi dari mbak Dewi dan teman rombongan seperti Danny @kendalisme, Tommy @EventKendal serta lainnya plus hasil browsing internet, di puncak kebun teh ini terdapat daerah bernama Promasan. Di daerah ini terdapat sekitar 30 Kepala Keluarga (KK). Jauh dan susah tersentuh, sehingga seperti berbagai kebutuhan hidup seperti listrik solar cell dan kebutuhan lain diberikan oleh relawan. Para pencinta alam berkemah di Promasan untuk melihat keindahan matahari pagi hari sunrise. Konon di sini juga ada petilasan candi hindu. Selain itu ada juga Goa Jepang yang menurut mitos, jika ditelusuri bisa sampai ke Rumah Bupati Kendal, yang jaraknya tentu jauh terletak dekat di pesisir pantai Jawa. Namun hingga kini jika ada yang menulusuri gua Jepang tersebut, jaraknya hanya kurang lebih 1 km dan berakhir di pintu keluar yg terletak di sisi lain Promasan. Sayang kami nggak ke Promasan dan Goa Jepang mengingat waktu yang sudah menjelang sore. Mau menginap juga nggak mungkin karena belum direncanakan sebelumnya membawa perbekalan yang cukup, dan mengingat besok adalah hari Senin dan tidak cuti/libur. Mungkin lain kali kami harus kemari lagi, agar piknik lebih asyik dan berkesan.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *