Fenomena Dilan, BKR Kendal Adakan Diskusi tentang Film

Balai Kesenian Remaja Kendal kembali dipadati oleh warga Kendal yang haus akan kesenian dan pendidikan. Pada hari itu, Jumat 13 April 2018 kembali di adakan acara Jurasik (Jumat Sore Asik), sebuah acara yang menjadi wadah dunia kesenian dan pendidikan khususnya para pemuda yang ada di Kendal.

Pada acara yang telah bergulir ke-4 kalinya ini Jurasik mengusung tema Film Sharing Session. Tema ini di usung karena demam film yang terjadi di Indonesia beberapa waktu terkahir ini. Ya mas, kami mengusung tema film ini karena kita kan akhir-akhir ini sedang dihebohkan dengan hadirnya film yang menyedot perhatian masyarakat seperti Ayat-ayat Cinta 2, The Avangers Infinity War, dan film yang sangat booming di kalangan muda saat ini, Dilan kata Tanjung Alim Sucahya, koordinator acara Jurasik.

Semoga ditengah fenomena demam film Dilan ini menjadi momentum untuk kita para pegiat seni khususnya di dunia perfilman untuk mengedukasi masyarakat tentang film tambah Tanjung.

Pada tema Film ini, Jurasik mendatangkan narasumber yang luar biasa yaitu Muhammad Ulin Nuha. Pemuda yang biasa dipanggil Ulin tersebut adalah pemuda asli Kendal yang telah menorehkan banyak prestasi di dunia perfilman. Sebut saja Film Pacar Bukan Bojo dan Reksa yang telah selesai ia garap. Tak hanya itu, Ulin juga sering menjadi pembicara dan juga juri pada festival film.

Pada Jurasik ini, Ulin membahas tentang kebangkitan film yang ada di Indonesia. Setelah mengalami pasang surut pada sejarahnya, perfilman Indonesia akhirnya mengalami kebangkitan di era 2000-an. Kualitas film lokal semakin diasah dan ditingkatkan sehingga tercipta sebuah film yang bagus dan bukan saja mengejar keuntungan materi belaka jelas pemuda yang juga menjadi sutradara di BPITKP Jawa Tengah ini. Film lokal pun semakin banyak menyuguhkan genre dan variasi yang beragam sehingga tidak monoton dan membosankan, dari kisah asmara hingga action. Sebut saja film The Raid yang sukses menyabet berbagai penghargaan hingga ke kancah internasional dan membuat nama Indonesia bersinar di dunia perfilman global. Bahkan kini sudah diproduksi beberapa film animasi yang berkualitas, yang tentunya akan menambah keragaman dunia perfilman Indonesia Imbuhnya.
Di akhir diskusi, Ulin juga berharap dengan kemajuan film yang ada di Indonesia saat ini akan menumbuhkan sikap apreatif masyarakat terhadap film. Karena menurutnya permasalahan dunia perfilman di Indonesia ini adalah kurangnya apresiasi masyarakat terhadap pelaku film.

Setelah mengupas habis tentang dunia perfilman, di Jurasik #4 ini juga ada penampilan pembacaan puisi oleh Budiawan, salah satu penggiat seni yang ada di Kendal. Kedepan, Jurasik akan terus diselenggarakan pada hari Jumat Sore di Balai Kesenian Remaja Kendal. (Dok. Jurasik)

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *