Pementasan Teater, Akustik, dan Aksi Ruyung Semarakkan Jurasik

Jumat Sore Asik (Jurasik) kembali digelar pada hari Jumat 20 April 2018 di Gedung Balai Kesenian Remaja Kendal. Ini merupakan acara Jurasik yang kelima kalinya diselenggarakan. Jurasik adalah salah satu program kreatif Jarak Dekat Art Production Kendal. Pada acara Jurasik #5 ini menampilkan Band Akustik Necromancer, komunitas INC Bahurekso Ruyung, dan komunitas Teater Jampi dari STIKES Kendal.

Sekitar pukul 20.00 wib, acara Jurasik #5 dibuka oleh penampilan akustik dari Band Necromancer. Dengan membawakan 2 lagu dari Sheila On 7, Band akustik asal Cepiring tersebut mampu membuat penonton yang hadir di acara tersebut terbawa dalam nuansa kemesraan, seiring dengan alunan petikan gitarnya. Setelah penampilan Band Akustik Necromancer, dilanjutkan penampilan dari komunitas INC Bahurekso Ruyung dan juga Teater Jampi dari Stikes Kendal. Seperti biasa, acara Jurasik tidak hanya sebagai wadah komunitas Kendal untuk memperkenalkan dan menunjukkan karyanya. Namun juga di selingi sesi diskusi terkait dengan komunitas yang hadir maupun yang ada di Kendal.

Dipimpin oleh moderator, Chadori Ichsan, acara diskusi pun dimulai dengan narasumber dari INC Bahurekso Ruyung dan Teater Jampi. INC bahurekso Ruyung yang dinahkodai oleh Ernu Indaryanto, menceritakan bagaimana sejarah dari Nunchaku (Ruyung) dan bagaimana komunitas INC Bahurekso Ruyung ini terbentuk. Nunchaku itu berasal dari Jepang, awalnya Nunchaku hanyalah sebagai alat untuk merontokkan padi. Namun karena pada saat itu di Jepang tidak diperbolehkan untuk memiliki senjata, akhirnya Nunchaku ini dijadikan alat untuk membela diri kata Ernu Indaryanto, Ketua Komunitas INC Bahurekso Ruyung yang sekaligus perintis dari komunitas tersebut. Awalnya dulu saya seorang Karateka, tapi karena ada teman saya yang bisa bermain Nunchaku, akhirnya saya memutuskan untuk mempelajarinya. Kemudian pada tahun 2016 saya membentuk komunitas INC Bahurekso Ruyung yang pada saat itu hanya beranggotakan 2 orang. Alhamdulillah sekarang sudah mulai banyak anggotanya. Kami juga baru saja diamanahi menyelenggarakan Gathering Nasional INC pada bulan maret lalu di Wisata Gonoharjo Nglimut. imbuhnya.

Setelah selesai mengupas tentang INC Bahurekso Ruyung, moderator melanjutkan diskusi dengan narasumber dari Teater Jampi STIKES Kendal. Diskusi dimulai dengan perkenalan Teater Jampi kemudian dilanjutkan diskusi tentang pementasan yang baru saja disajikan. Pada Jurasik #5 ini Teater Jampi mengusung judul Marsinah Menggugat dengan Tri Setyoningsih atau yang kerap disapa Nok Te sebagi aktornya. Teater ini baru saja dibentuk, tentu kami sangat berharap kritikan dan juga masukan agar kami bisa tampil lebih baik lagi. Apalagi dalam waktu dekat ini kami akan mengikuti lomba teater tingkat nasional. kata Rian Permana Dwi Saputra, Sutradara dari Teater Jampi.

Acara Jurasik ini akan terus dilaksanakan tiap hari Jumat di Balai Kesenian Remaja Kendal. Jurasik ini menjadi wadah ekspresi untuk komunitas maupun remaja umum yang ada di Kendal. Untuk Jurasik selanjutnya yaitu Jurasik #6 rencana akan menghadirkan KOMIK (Komunitas Musisi Kendal) dan juga komunitas Kendal Mengajar. (Dok. Jurasik)

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *