Lapak Baca Rak Niat dan Musik Mencekam di Jurasik

Perpaduan instrumen musik tradisi dan musik eksperimental menjadi sajian menarik dalam acara Jum’at Sore Asik (Jurasik #8) Kendal. Sajian yang dibawakan oleh Andy Sueb bersama Aristya Kusuma Verdana tersebut membuat segenap penonton terdiam menyaksikan mereka.

Sueb, yang memainkan instrument Horror Box memberikan suasana di Balai Kesenian Remaja (BKR) Kendal sedikit mencekam. Sementara teks-teks mantra yang dilontarkan oleh Aristya Kusuma Verdana tak kalah membawa penonton pada sebuah pertunjukkan yang meledak-ledak.

Andy Sueb, usai pertunjukkan mengatakan kalau dirinya menyajikan pertunjukkan musik eksperimental. Bagi dia, sajian tersebut menarik untuk dibawakan. Dia ingin supaya komposisi yang dibawakan adalah eksplorasi bunyi.

Semua yang tersusun dalam komposisi terbuat dari suara, bunyi. Ada susunan dalam semesta ini yang menarik. Mereka bermain musik, dan kami mengikutinya,” kata dia, Jumat (105).

Sementara itu, Tanjung Alim Sucahya, mengungkapkan, Jurasik merupakan sebuah program yang menawarkan ruang apresiasi mingguan bagi pegiat, pelaku, pecinta, dan komunitas seni di kota Kendal. Kegiatan itu, lanjut dia, diramaikan dengan penampilan beberapa seniman dari berbagai komunitas dalam satu panggung pertunjukan.

Selanjutnya program ini akan digulirkan tidak hanya yang bernuansa panggung pertunjukan semata. Mamun ada kalanya aktivias lain serupa diskusi, yang dapat menunjang gerak proses kreatif bagi pegiat, pelaku, pecinta, dan komunitas seni,” tutur dia.

Tanjung menambahkan kalau dirinya ingin agar Jurasik dapat mewadahi ekspresi anak muda di Kendal. Dengan demikian, lanjut dia, anak muda di Kendal mau berupaya menciptakan iklim berproses lintas komunitas. (Dok. Jurasik)

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *