Tiga Tempat Bersejarah di Cepiring, Kabupaten Kendal

Masa Lalu tidak selalu menyedihkan seperti Mantan.
Masa Lalu bisa juga berarti kejayaan.

Buat kamu anak Zaman Now, khususnya Cah Cepiring, jangan sampai tidak tahu bahwa Cepiring memiliki sejumlah tempat yang berkesan di masa lalu.
Apa aja itu:

1. Pabrik Gula Cepiring.
Sampai sekarang Pabrik GUla Cepiring masih ada namun lebih memiliki kesan di masa lalu. Dulu pabrik gula cepiring tidak hanya mengolah bahan baku menjadi gula saja, tapi bahkan tanaman tebu atau bahan baku gula ditanam di lahan pertanian masyarakat cepiring, dan berbagai daerah di Kabupaten Kendal lainnya. Saat itu hasil pertanian tebu dibawa ke pabrik dengan lokomotif yang dilengkapi lori. Pabrik Gula Cepiring memiliki sejumlah lokomotif dengan nomor 1 sampai dengan 9. Dicat warna hijau. Berbahan bakar kayu. Lalu ada loko diesel, ada 3 kalau tidak salah. Dicat warna orange. Berbahan bakar solar.
Selain itu setiap musim giling diadakan tradisi wiwitan, semacam pasar malam tempat jual beli dan wahanan permainan hiburan. Bahkan konon kabarnya event ini adalah yang terbesar di Jawa Tengah saat itu.

2. Bioskop Sri Agung.
Bangunan Bioskop Sri Agung semula terletak di tepi jalan raya Pantura sisi Selatan, pojok sebelah Barat dari pertigaan menuju arah kecamatan Gemuh. Sebagian lahan yang semula Bioskop Sri Agung kini berdiri bagunan toko retail IndoMaret dan Bakso Balungan, serta beberapa kios lainnya. Pada masa jayanya, bioskop ini sama bergengsinya dengan XXI di masa sekarang. Film yang diputar tak hanya dari dalam negeri tapi tentu juga Hollywood. Penontonnya tersebar cukup luas berasal dari wilayah Cepiring, Gemuh, Pegandon, hingga ujung utara pesisir Korowelang, karena bioskop yang lain ada di Weleri dan Kendal. Poster yang tertempel di dinding menarik perhatian. Untuk promosi, petugas yang mengendarai mobil pickup berkeliling kota dengan memberi pengumuman menggunakan pengeras suara dan menyebarkan brosur iklan film. Anak-anak kecil gemar mengumpulkan brosur/poster. Yang terkenal dari bioskop zaman dulu ini adalah midnite show atau tayangan larut malam dengan harga miring. Bahkan ada program extra, yaitu bayar murah untuk penayangan film lama di hari Minggu Pagi. Bahkan terkadang saat itu sudah ada acara nobar alias nonton bareng anak SD dari sekolah untuk film-film tertentu, semisal film perjuangan Tjuk Nyak Dien, dan lain-lain.

3. Pasar Hewan Wagean
Di era tahun 60-an hingga 80-an terdapat Pasar Hewan Wagean yang terletak di jalan Sriagung Cepiring. Di sini tiap hari pasaran wage, masyarakat dapat melaksanakan jual beli hewan ternah seperti Kambing, Sapi, Kerbau bahkan Ayam. Yang menarik juga adalah hadirnya penjual obat yang melakukan atraksi sulap. Namun di tahun 90an, Pasar Hewan ini dipindah di daerah Gondang namun masyarakat kurang berminat sehingga sepi, tempatnya becek, dan dinilai kurang representatif untuk berdagang. Eks pasar hewan tersebut kini beralih fungsi menjadi pasar sepeda dan berdiri sejumlah warung serta kios. Padahal pasar hewan Wagean Cepiring ini adalah identitas Cepiring sebagai desa sentra jual beli ternak dan hewan.Konon kabarnya Pasar Hewan ini adalah yang terbesar di Kabupaten Kendal di masa lalu.

Sumber Foto:
http://aryowidiyanto.blogspot.com/

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *