Manfaat Kawasan Industri Kendal untuk Masyarakat Daerah dan Nasional

1Pemerintah mendorong percepatan pengembangan Kawasan Industri Kendal (KIK) karena diharapkan menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kontribusi Jawa Tengah terhadap perekonomian nasional. Untuk itu, Kementerian Perindustrian dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempelopori pengembangan KIK melalui peyusunan masterplan dan rencana kawasan strategis ekonomi Jawa Tengah menjadi kawasan ekonomi khusus berbasis kawasan industri.

“Pasalnya, kontribusi Jawa Tengah terhadap ekonomi nasional saat ini masih sekitar 9,7 persen atau di bawah Jawa Barat sebesar 27 persen dan Jawa Timur yang mencapai 18 persen,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Konferensi Pers sebelum Peresmian Kawasan Industri Kendal (KIK) Park by the Bay di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (13/11).

Turut hadir pada kesempatan ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Pendiri PT Jababeka Tbk. Setyono Djuandi Darmono, Presiden Direktur PT Jababeka Tbk. Budianto Liman dan CEO Sembcorp Development Kelvin Teo. KIK merupakan usaha patungan antara PT Jababeka Tbk dengan Sembcorp Development Indonesia Pte. Ltd., anak perusahaan Sembawang Development Ltd. asal Singapura.

Airlangga mengatakan, Peraturan Presiden Nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, menetapkan KIK sebagai proyek strategis nasional yang mendapatkan kemudahan dalam perizinan dan non perizinan. “Misalnya, kemudahan layanan investasi langsung konstruksi yang memberikan kemudahan untuk perusahaan secara paralel mengurus IMB, izin lingkungan dan izin lainnya untuk mempercepat pembangunan,” jelasnya.

Airlangga yakin, kehadiran KIK dapat membantu perekonomian lokal dan regional Jawa Tengah dengan menciptakan lapangan pekerjaan baik secara langsung maupun tidak langsung, mencetak pasar baru, dan mempersiapkan kota baru sebagai kutub aktivitas pendukung lainnya.

“Saat ini sudah ada 20 perusahaan berkomitmen berinvestasi di KIK, yang terdiri dari investor Jepang, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Ke-20 perusahaan tersebut akan menyerap tenaga kerja sebanyak 4.035 orang dengan okupansi lahan 31 hektare dan nilai investasi sebesar Rp 4,3 triliun,” paparnya.

Sementara itu, Ganjar mengaku optimistis, pembangunan KIK memicu pertumbuhan ekonomi Jateng karena akan banyak perusahaan yang masuk. “Kami akan memberikan dukungan dan insentif, antara lain melalui infrastruktur pelabuhan dan jalur rel kereta yang terintegrasi,” ujarnya.

Pesatnya pergerakan dunia bisnis dan ekonomi di Jateng, menurut Ganjar, membuat banyak investor tertarik untuk masuk dan menanamkan modalnya. “Salah satu yang menarik dari potensi penanaman modal tersebut adalah ketersediaan lahan dan dukungan para stakeholder yang siap mendukung segala investasi yang masuk. Mulai dari ketersediaan pinjaman dana usaha dari bank, tenaga kerja yang melimpah, hingga kawasan industri dan wadah sharing pelaku bisnis,” paparnya.

Pererat hubungan bilateral
2Sedangkan, Menlu mengatakan, pengembangan KIK diharapkan mampu mempererat hubungan kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan Singapura. “Kedua negara merupakan mitra penting dalam berbagai hal, seperti mitra dagang, investasi, pariwisata dan bidang lainnya,” kata Retno.

Menlu menyampaikan, di bidang perdagangan, Singapura menjadi mitra ketiga terbesar Indonesia dengan kontribusi lebih dari USD 30 miliar pada tahun 2015. “Sementera itu, untuk investasi, Singapura menjadi mitra asing nomor satu di Indonesia dengan nilai mencapai USD 5,9 miliar melalui 3.012 proyek,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kelvin mengatakan, pihaknya terus mendorong pemerintah Indonesia agar merespon secara proaktif peresmian KIK bagi pembangunan ekonomi kedua negara. “Kami memohon kepada pemerintah Indonesia menyiapkan dukungan pembangunan infrastruktur yang komprehensif dan berkelas dunia khususnya untuk konsep kota Singapura yang baru di provinsi Jateng,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Budianto mengatakan, KIK merupakan usaha patungan antara PT Jababeka Tbk dengan Sembcorp Development Indonesia Pte. Ltd., anak perusahaan Sembawang Development Ltd. asal Singapura. “Pembangunan KIK akan berlangsung dalam beberapa tahap. Pembangunan tahap pertama yang meliputi area industri seluas 860 hektare telah dimulai dari total luas lahan 2.700 hektare,” jelasnya.

Budianto berharap seluruh kawasan pada tahap pertama dapat selesai terbangun dalam lima tahun mendatang. Investasi yang ditargetkan mencapai Rp. 160-200 triliun dan menciptakan lapangan kerja sebanyak 500 ribu orang.

Menurut Budianto, pembangunan KIK diharapkan dapat menaikkan pertumbuhan ekonomi di Jateng dengan meningkatnya aktivitas industri di kawasan tersebut. “Melalui pembangunan kawasan terintegrasi ini, kami optimistis jumlah total industri Indonesia yang dibangun di Jateng meningkat dari posisi saat ini 5 persen menjadi sekitar 10 persen dalam lima tahun mendatang,” paparnya.

Sejauh ini, lanjutnya, pengembangan KIK tahap pertama telah dibangun infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, pembangkit listrik, pengolahan air bersih, pengolahan air limbah dan sarana penyediaan gas. “KIK memiliki tagline Industrial Park by the Bay karena letaknya di tepi pantai, berada tepat di tengah koridor pertumbuhan ekonomi Jakarta-Semarang-Surabaya,” tuturnya.

Dijadwalkan, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong akan meresmikan KIK pada Senin, 14 November 2016. Selanjutnya, Presiden RI dan PM Singapura akan menyaksikan penandatanganan komitmen investasi oleh 20 pengusaha Singapura.
Demikian siaran pers ini untuk disebarluaskan.

Kendal, 14 November 2016
BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT

Website: www.kemenperin.go.id
Email : humaskemenperin@gmail.com
Twitter : @Kemenperin_RI
Join Channel Telegram: telegram.me/kemenperin

Kawasan Industri Kendal Akan Diresmikan Senin, 14 November 2016

1Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dijadwalkan meresmikan Kawasan Industri Kendal (KIK) di Jawa Tengah pada Senin, 14 November 2016. Kawasan ini merupakan usaha patungan antara Graha Buana Cikarang, anak perusahaan PT Jababeka Tbk dengan perusahaan asal Singapura Sembcorp Development Indonesia Pte. Ltd., anak perusahaan Sembawang Development Ltd.

“Insyaallah, Bapak Jokowi dan PM Singapura akan hadir dan meresmikan karena sudah dijadwalkan. Saat ini, kami melihat kesiapannya sudah cukup baik, tinggal mematangkan lagi rundown pelaksanannya,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika meninjau kesiapan peresmian Kawasan Industri Kendal di Jawa Tengah, Kamis (10/11).

Pada kesempatan tersebut, Menperin didampingi Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Imam Haryono, Dirjen Industri Agro Panggah Susanto serta Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Harjanto. Selain itu, turut hadir Presiden Direktur KIK Ling Poon Lim dan Direktur KIK Hyanto Wihadhi. Kegiatan yang dilakukan Menperin saat itu, antara lain rapat koordinasi dengan jajaran perusahaan, pemerintah daerah, dan pihak keamanan sekaligus mengecek langsung lokasi acara dan fasilitas-fasilitas di KIK.

Airlangga menyatakan, pengembangan KIK merupakan pertanda baik bagi upaya pertumbuhan dan pemerataan ekonomi dan industri nasional. Hal ini juga sejalan dengan semangat Nawa Cita yang diemban pemerintahan Jokowi-JK.

Pasalnya, di pulau Jawa, selama ini kawasan industri berpusat di Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. “Maka kami harapkan, melalui KIK, akan terjadi pemerataan ekonomi dan industri di Jawa Tengah sehingga mobilitas dan produktivitas masyarakat setempat bisa berjalan karena di kawasan ini cukup banyak industri padat karya,” paparnya.

3Airlangga menyampaikan, dalam waktu satu tahun ini, sudah ada 20 investor yang menanamkan modalnya di KIK dengan total nilai investasi sebesar Rp 4,3 triliun dan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 4.000 orang. “Dari segi kawasan, kami menargetkan, sekitar 100 hektar bisa dibagi untuk 50 perusahaan dan serapan tenaga kerjanya mencapai 500 ribu orang,” ungkapnya.

Sementara itu, Hyanto mengatakan, pelaku industri yang saat ini sudah berinvestasi di KIK berasal dari Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Jepang dengan berbagai sektor seperti furnitur, makanan, dan baja. Perusahaan-perusahaan tersebut, di antaranya PT. Tat Wai Industries, PT. APP Timber, PT. Praya, PT. Ganda Sugih Arthaboga, dan Steel Fabricator Company. Target investor sektor lainnya, yakni industri elektronika, otomotif, dan kimia dasar.

Hyanto menambahkan, KIK yang berlokasi di Kecamatan Kaliwungu dan Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah ini memiliki total lahan untuk tahap pertama seluas 996,4 hektar dengan dilengkapi fasilitas dan infrastruktur pendukung. Di sekitar kawasan telah terintegrasi pelabuhan laut Kendal yang sesuai dengan masterplan Pelabuhan Tanjung Mas dan stasiun kereta api sehingga memudahkan proses pengiriman dan penerimaan barang.

Di samping itu, selain diisi dengan industri, kawasan ini akan dibangun perumahan dan tempat komersial dalam beberapa tahap. Bahkan, juga direncanakan memiliki beberapa kluster industri seperti Fashion City, Food City, Furniture Hub, dan Building Material Zone. Setiap kluster ini akan terdiri dari perusahaan dari berbagai tahap proses produksi, mulai dari proses bahan baku hingga desain produk serta produksi dan pemasaran produk yang telah jadi.

Demikian siaran pers ini untuk disebarluaskan.

Kendal, 10 November 2016
BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT

Website: www.kemenperin.go.id
Email : humaskemenperin@gmail.com
Twitter : @Kemenperin_RI
Join Channel Telegram:
telegram.me/kemenperin

Sambangi Kendal, Presiden Minta Data Jalan Rusak

Presiden - Bupati - Muhamad Kundarto(KelilingKendal, 18/06/16) Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meminta data jalan rusak kepada Bupati Kendal, Mirna Annisa saat lawatannya di Kabupaten Kendal pada Jum’at, 17 Juni 2016. Demikian dijelaskan Bupati Kendal kepada kelilingkendal.com ketika ditanya apakah Presiden memberikan arahan tertentu untuk Kendal.

“Ga ada, hanya beliau minta data jalan yang parah, yang sempat saya paparkan ke beliaunya,” tulis Bupati Kendal dalam pesan jalur pribadinya.

Di Grup FaceBook Kabupaten Kendal, Bupati menuliskan rasa syukurnya karena dalam waktu 4 bulan menjabat, bisa mendapat kunjungan Presiden. Bupati menyatakan mengenai parahnya kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Kendal seluas 405 Kilometer yang belum terperbaiki selama hampir 15 tahun.

“Alhamdulillah beliau mengapresiasi dengan baik dan meminta kami langsung berkomunikasi langsung terkait hal tersebut,” kata Bupati Kendal.

Bupati menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya secara pribadi ingin mengundang para menteri untuk hadir dan melihat nyata Kabupaten Kendal yang menurutnya terlalu lama tidak dirawat. Bahkan kemungkinan pada 24 Juni mendatang sudah dijadwalkan akan ada 2 orang menteri yang akan berkunjung.

Presiden - Nelayan Sugeng SwaraKendalSeperti diberitakan di situs resmi Kabupaten Kendal dan Sekretariat Kabinet, dalam perjalanannya menuju ke Bandara Ahmad Yani Semarang usai melaksanakan groundbreaking jalan tol ruas Pemalang-Batang dan Batang-Semarang di desa Pasekaran, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Presiden menyempatkan diri untuk menyambangi Kabupaten Kendal.

Dalam lawatan tersebut Presiden mengunjungi kampung nelayan di Kelurahan Bandengan Kendal. Dengan didampingi Bupati Kendal Mirna Annisa, Presiden secara simbolis membagikan 2000 paket sembako kepada warga. Masih di wilayah Kendal, Presiden selanjutnya mengunjungi Lapangan Ex-Brimob di Desa Plantaran, Kecamatan Kaliwungu Selatan, juga menyaksikan penyerahan sembako Ramadhan.

Sumber Foto:
https://www.facebook.com/muhamadkundarto?fref=nf
http://swarakendal.com