Eko Sulistyo, Pria Kelahiran Kendal ini Pejabat di Kantor Staf Presiden

eko-s-01Dikenal sebagai tim relawan pemenangan Presiden Joko Widodo saat kampanye Pilpres 2014 lalu, Eko Sulistyo, pria kelahiran Kendal 48 tahun lalu, kini sukses melenggang menjadi salah satu pejabat berpengaruh di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta.

Eko merupakan alumnus Sejarah Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret (UNS) 1994, dan menjadi lulusan terbaik di fakultas tersebut. Sejak mahasiswa, Eko aktif di pergerakan dan pers mahasiswa. Pada 1989-1990 dia menjadi Koordinator Ikatan Mahasiswa Solo (IMS). Tahun 1989-1991 menjadi Pemimpin Redaksi Majalah KALPADRUMA, Fakultas Sastra, UNS. Pada periode itu Eko aktif terlibat dalam pengorganisasian dan advokasi rakyat di Kedung Ombo, tergabung dalam Komite Solidaritas Korban Pembangunan Kedung Ombo (KSKPKO) dan beberapa advokasi kasus rakyat di beberapa daerah bersama mahasiswa dari beberapa kota.

Di bidang politik, tahun 1996-1999 Eko pernah menjadi Koordinator Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Solo, serta Koordinator KIPP Jawa Tengah. Pengalaman ini menjadi dasar suami dari Nuraeni Yeriarsi ini untuk mengambil study pengawasan pemilu di National Movement for Fair and Free Election (NAPFREL), Filipina pada tahun 1999. Tahun depannya Eko kembali ke Filipina untuk belajar pendidikan perencanaan anggaran secara partisipatif di Institute for Popular Democracy (IPD) serta Institute for Politic Governance (IPG).

eko-s-02Eko juga dikenal sebagai aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Solo. Pengalamannya diantaranya adalah sebagai Direktur Penelitian dan pengembangan Informasi di Gita Pertiwi Ecolocical Studies Project (1999-2001); Koordinator Konsorsium Monitoring & Pemberdayaan Institusi Publik (2001-2003); serta salah satu pendiri Solidaritas Perempuan untuk Hak Asasi Manusia (SpekHam). Pada periode 2003-2008 Eko dipercaya menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPUD) Kota Solo.

Ayah dari 2 putri dan 1 putra ini telah lama membantu Presiden Jokowi sejak menjadi Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. Orang mengenal Eko sebagai dikenal sosok dibalik program “blusukan”. Kegiatan ini merupakan pola komunikasi politik Jokowi dengan warga masyarakat, yang sekaligus juga sebagai media kontrol untuk pengecekan dan pengawasan pekerjaan di lapangan. Eko kemudian diangkat menjadi Deputi IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 32/M-Tahun 2015 tentang Pengangkatan Deputi di Lingkungan Kantor Staf Presiden.

Ditulis Ulang dari Sumber informasi & gambar:
http://ksp.go.id/deputi-iv/eko-sulistyo/
FaceBook Eko Sulistyo

Inspirasi Kerja Nyata 17 Agustus: Hella Ayu Setyanida, Mahasiswi yang Berbisnis Kerupuk Rajungan Crabby

Hella - Pegang SertifikatMenjadi mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas PGRI Semarang tak membuat Hella Ayu Setyanida harus berkutat pada urusan akademis semata. Keinginan untuk berwirausaha gadis manis berkacamata ini mulai terketuk ketika mengikuti lomba business plan dari Dinas Koperasi dan UKM Jateng pada tahun 2014, dan semakin bersemangat ketika memenangkan lomba Wirausaha Muda Pemula tingkat Jawa Tengah pada tahun 2015 dan lolos seleksi nasional Wirausaha Muda Mandiri Wilayah Kanwil VII Semarang tahun 2016. Produk usaha yang dilombakannya adalah kerupuk kepiting rajungan. Sejak saat itu dia memantapkan diri untuk menjadi pengusaha muda. Selain untuk mengisi waktu luang sembari kuliah, usaha ini juga sebagai rasa tanggung jawabnya telah menerima hadiah lomba berupa uang pembinaan dari pemerintah.

“Kita kan cuma Iseng ikut lomba. Menang Alhamdulillah, enggak ya nggak papa. Kita sudah punya nama, dapat piagam, uang dari dari pemerintah masak nggak ngapa-ngapain,” kata Hella pada KelilingKendal.com dalam satu sesi wawancara.

Hella mengatakan, usaha kerupuk rajungan yang dibangunnya tidak secara instan. Pada 1 (satu) tahun pertamanya penuh jatuh bangun, tahun kedua barumulai bagus. Untuk meningkatkan keterampilan berwirausaha, Hella kerap mengikuti seminar yang diadakan oleh pemerintah. Namun seringkali dari berbagai seminar yang dia ikuti, pesertanya tidak banyak berubah. Hanya yang biasa berminat di bidang itu. Hella menduga bahwa banyak yang enggan ikut karena menganggap pemerintah kurang perhatian.

“Padahal ketika saya tahu, bagaimana Pemerintah support kita. Pemerintah mungkin pekerjaannya banyak, ga bisa menyentuh bawah sedangkan kita butuh itu. Kita butuh satu ikatan dimana dari pemerintah atas sampai masyarakat bawah sadar bahwa antara pemerintah pusat sampai masyarakat itu connecting gitu lho,” kata Hella.

Hella menilai anak muda cenderung kurang antusias bila diajak ikut kegiatan yang diadakan pemerintah. Kegiatan yang dimaksud seperti: seminar kewirausahan, lomba teknopreneur, maupun hal positif lainnya. Menurut Hella mereka enggan mengikuti kegiatan seperti itu karena khawatir akan menghadapi kesulitan birokrasi.

“Kalau sudah berbau pemerintah, birokrasi mereka udah males. Mereka merasa bahwa birokrasi mempersulit, tapi saya ingin merubah pandangan mereka karena nggak semuanya seperti itu. Syukur Alhamdulillah saya belum menemukan itu. Sekalipun itu kesulitan ya memang karena kita nggak tahu, dan masyarakat kita nggak berusaha mencari tahu,” ujar Hella.

Hella adalah salah satu anak muda Indonesia yang gigih, beretos kerja, berintegritas dalam mengisi kemerdekaan dengan Kerja Nyata. Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-71, 17 Agustus! Merdeka!

Mengenal Sosok Mirna Annisa Bupati Kendal Termuda

Bupati Kendal MirnaDua minggu sebelum pendaftaran calon bupati dalam pilkada Kendal 2015, Mirna belum ada keinginan untuk mencalonkan diri sebagai bupati. Posisinya yang sudah pasti sebagai anggota dewan PAW (pengganti antar waktu) dan posisi incumbent yang lebih dikenal masyarakat, membuat hitungan secara matematis peluang Mirna untuk menang sangat kecil. Namun 3 hari menjelang pendaftaran calon bupati ditutup, ada instruksi dari pimpinan di Jakarta agar Mirna maju pilkada. Kegalauan ini dia tumpahkan pada sang ibunda di Surokonto, dengan bersimpuh menangis di pangkuan untuk mohon petunjuk. Akhirnya diputuskan untuk maju dengan resiko menang atau kalah. Jika kalah, akan dihadapi dengan gagah karena sudah melaksanakan perintah pimpinan. Jika menang, itu adalah kemenangan masyarakat Kendal untuk bersama membangun tanah kelahiran.

Proses pencalonan dari hari pertama sudah menyita banyak waktu, tenaga dan pikiran. Beberapa ganjalan dan manuver politik harus dilaluinya. Warna politik tingkat kabupaten, provinsi sampai rekomendasi dari pusat; begitu mewarnai dari hari ke hari. Kegiatan harian pun menjadi makin ‘gila’, karena harus keluar rumah jam 6 pagi dan biasanya baru bisa kembali pada saat tengah malam atau dini hari.

Bagaimanapun, Mirna adalah seorang wanita dan ibu bagi kedua anaknya yang masih anak-anak. Sang anak sering protes dan menangis ketika ditinggal pergi ibunya untuk menjalankan tugas. Pernah suatu waktu Mirna pulang jam 2 dini hari. Kedua anaknya yang terbangun kaget melihat ibunya datang, serta merta memeluk dan menangis dan teriak:

Bupati Kendal Mirna 03“Bunda gak boleh pergi”.

Mirna mencoba menenangkan kedua anaknya. Tapi mereka bersikeras tidak mau tidur lagi, takut ibunya pergi. Malah mirna lah yang tertidur saking capeknya. Dalam kesempatan lain, anaknya yang sulung bertanya:

“Bunda kerja apa kok jam segini baru pulang..?”

Proses pilkada membuat rute kunjungan Mirna seperti tiada henti. Bahkan sabtu minggu juga sering tidak libur. Banyak lokasi dari pucuk gunung sampai pesisir pantai yang harus dikunjungi, dari selatan ke utara dan dari timur ke barat. Beberapa eleman masyarakat pun tak lepas dari kunjungan silaturahmi dengan membawa misi paseduluran untuk bersama membangun kendal. Belum lagi saat ini hampir semua SKPD, kecamatan, desa, organisasi kemasyarakatan, partai, lembaga pendidikan, dll., sering mengharapkan kedatangan Bupati dalam setiap even besar. Terkadang beberapa acara dilaksanakan dalam waktu bersamaan, sehingga skala prioritas digunakan untuk menentukan lokasi mana yang harus didatangi. Mungkin Mirna saat ini akan tersenyum tanpa bisa berkata-kata ketika ada yang bertanya “Apa gak capek, Bu?”. Mirna sadar bahwa itu bagian dari resiko menjadi orang nomor satu Kendal (K1).

Kemenangan Mirna dalam pilkada Kendal cukup mengejutkan, apalagi mampu meraih suara > 60%. Pendatang baru yang belum banyak dikenal dan usia juga masih belia 34 tahun, ternyata mendapat dukungan mayoritas. Ada yang berpendapat bahwa kemenangan ini lebih banyak didukung oleh rasa frustasi masyarakat terhadap laju pembangunan di Kendal yang sekian lama stagnan. Jalan rusak atau ‘dalan kebo’ seperti menjadi tagline (slogan) dalam perbincangan masyarakat, terutama setelah adanya kunjungan Gubernur Jawa Tengah ke kendal.

Bupati Kendal Mirna 02Sebagai Bupati Kendal yang baru 4 bulan menjabat, tentu banyak PR yang harus dilakukan, dari berbenah menempa diri meningkatkan kemampuan, evaluasi internal kinerja pegawai, mengkaji potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia kendal, sampai membangun visi masa depan untuk kendal yang lebih baik.

Tantangan dalam membangun kinerja tidaklah mudah, apalagi dalam membentuk tim kerja yang solid. Godaan adanya pungli, jual beli jabatan, permainan lingkaran ring satu, dll menjadi gosip yang harus dihadapi dari hari ke hari. Apalagi banyak orang yang tidak sabar ingin melihat kendal cepat berubah. Maunya semua jalan di kendal menjadi mulus, padahal alokasi anggaran sangat terbatas. Begitu juga dengan agenda besar yang perlu segera ingin dilihat hasilnya oleh masyarakat luas, seperti layanan pendidikan-kesehatan untuk seluruh lapisan masyarakat, Kawasan Industri Kendal (KIK), penertiban galian C, dll.

Dalam masa kerja yang baru 4 bulan ini, Mirna merasa mendapat ‘kado’ istimewa karena sudah dikunjungi Ketua MPR dan Presiden RI. Tentu kondisi kendal masih apa adanya dan sudah mulai berbenah. Mirna sendiri mengakui bukan malaikat, jadi tentu ada kekurangan. Makanya Mirna berharap seluruh komponen masyarakat Kendal, termasuk yang di perantauan, mau bersama membangun kendal dengan semangat gotong royong, berkeadilan, dan bercita-cita meningkatkan kemakmuran.

Mirna membuka diri terhadap masukan darimanapun untuk perbaikan dan peningkatan pembangunan di Kendal, baik lewat twitter, facebook, dan lain-lainnya.

Selamat berjuang Mbak Nok, Mari bersama mengukir prestasi terbaik untuk Kendal tercinta. (kaj) — with Anton Munajat and 54 others.

Ditulis Oleh: Muhamad Kundarto, Dosen Pertanian dan Lingkungan UPN “Veteran” Yogyakarta
Diposting pada 18 Juni 2016 di https://web.facebook.com/groups/kabupatenkendal
http://asmorojiwo.blogspot.co.id/