Kawasan Industri Kendal Serap Investasi Hingga Rp 200 Triliun dan 500 ribu Orang Tenaga Kerja

kik-serap-investasi-1Pembangunan Kawasan Industri Kendal (KIK) memberikan efek positif bagi peningkatan investasi di Indonesia. Kawasan terintegrasi pertama di Provinsi Jawa Tengah ini ditargetkan menyerap potensi investasi hingga Rp 200 triliun dan tenaga kerja sebanyak 500 ribu orang.

“Nilai investasi pembangunan KIK pada tahap pertama diperkirakan mencapai Rp 7 triliun dengan total lahan seluas 860 hektare dan akan selesai dalam lima tahun ke depan,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai peresmian Kawasan Industri Kendal (KIK) Park by the Bay di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, Senin (14/11).

Pembangunan KIK direncanakan sampai tiga tahap dengan total lahan seluas 2.700 hektar untuk menjadi kawasan industri terpadu yang didukung oleh pengembangan zona industri, pelabuhan, Fashion City, dan permukiman. “KIK juga didorong sebagai kawasan industri padat karya berorientasi ekspor,” tegas Airlangga.

kik-serap-investasi-3Dalam waktu satu tahun ini, lanjut Airlangga, sudah ada 20 investor yang menanamkan modalnya di KIK dengan total nilai investasi sebesar Rp 4,3 triliun dan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 4.000 orang. “Salah satu investor dari Singapura yang sudah beroperasi di KIK sejak Agustus 2016 adalah PT. Tat Wai Industries,” ujarnya.

Perusahaan tersebut membangun pabrik di atas lahan KIK seluas 10 ribu meter persegi dengan nilai investasi sebesar Rp 65 miliar yang memproduksi produk furniture berupa meja, kursi, dan lemari. “Saat ini, tenaga kerja yang telah diserap mencapai 75 orang, dimana 80 persen adalah tenaga kerja lokal dari Kabupaten Kendal,” jelas Airlangga.

Menurut Menperin, proyek KIK yang diawali sejak delapan tahun lalu tersebut diinisisasi dan disiapkan perencanaannya oleh Kementerian Perindustrian bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kendal sebagai upaya akselerasi penyebaran serta pemerataan industri dan ekonomi nasional. “Ini juga sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan pembangunan yang Indonesia sentris,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Presiden Joko Widodo mengatakan KIK merupakan ikon baru kerja sama bilateral antara Indonesia dengan Singapura. Untuk itu, diharapkan pelaksanaan proyek ini dapat terus ditindaklanjuti.

“Dalam mendukung pengembangan Kawasan Industri Kendal, pemerintah Indonesia akan terus menjamin ketersediaan infrastruktur, antara lain transportasi, energi listrik dan gas, telekomunikasi, sumberdaya air dan sanitasi, serta ketersediaan sumberdaya manusia dan teknologi,” tegasnya

Presiden meyakini, pembangunan dan penataan infrastruktur akan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah dan memberikan kesejahteraan pada masyarakat sekitarnya. “Untuk hal ini, saya mendorong pembangunan koridor jalan tol Pemalang, Batang, dan Semarang untuk segera diselesaikan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Jokowi menegaskan investor tidak perlu ragu berinvestasi di KIK, baik di bidang fashion industry, furniture, food industry, smart industry dan manufacturing, dan lain-lainnya. Namun Presiden mengingatkan kepada para investor agar keberadaan KIK ini membawa manfaat bagi rakyat, terutama rakyat Kendal dan Jawa Tengah.

Mitra penting Singapura
kik-serap-investasi-2PM Singapura Lee Hsien Loong mengungkapkan, Indonesia merupakan mitra penting bagi Singapura. Selama dua tahun terakhir, Singapura tercatat sebagai negara yang menanamkan investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) terbesar di Indonesia.

Melalui pengembangan KIK, Lee berharap, para pengusaha semakin percaya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan investasi. “Adanya KIK ini akan semakin menarik perhatian investor Singapura dan merupakan win-win proyek bagi kedua negara,” tuturnya.

Menurut Lee, pengusaha Singapura tidak hanya menanamkan modalnya di Batam-Bintan-Karimun (BBK) Kepulauan Riau, tetapi juga di daerah lain di Indonesia. “Termasuk di KIK ini,” ujarnya. Pembangunan KIK juga diharapkan dapat menaikkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah, sejalan dengan meningkatnya aktivitas industri di kawasan tersebut.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sambutannya menegaskan, pihaknya siap mendukung pengembangan KIK dengan memberikan kemudahan perizinan investasi serta penyediaan tenaga kerja terdidik dan terampil.

Demikian siaran pers ini untuk disebarluaskan.

Siaran Pers
Kawasan Industri Kendal Serap Investasi Hingga Rp 200 Triliun

Kendal, 14 November 2016
BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT

Website: www.kemenperin.go.id
Email : humaskemenperin@gmail.com
Twitter : @Kemenperin_RI
Join Channel Telegram:
telegram.me/kemenperin

Eko Sulistyo, Pria Kelahiran Kendal ini Pejabat di Kantor Staf Presiden

eko-s-01Dikenal sebagai tim relawan pemenangan Presiden Joko Widodo saat kampanye Pilpres 2014 lalu, Eko Sulistyo, pria kelahiran Kendal 48 tahun lalu, kini sukses melenggang menjadi salah satu pejabat berpengaruh di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta.

Eko merupakan alumnus Sejarah Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret (UNS) 1994, dan menjadi lulusan terbaik di fakultas tersebut. Sejak mahasiswa, Eko aktif di pergerakan dan pers mahasiswa. Pada 1989-1990 dia menjadi Koordinator Ikatan Mahasiswa Solo (IMS). Tahun 1989-1991 menjadi Pemimpin Redaksi Majalah KALPADRUMA, Fakultas Sastra, UNS. Pada periode itu Eko aktif terlibat dalam pengorganisasian dan advokasi rakyat di Kedung Ombo, tergabung dalam Komite Solidaritas Korban Pembangunan Kedung Ombo (KSKPKO) dan beberapa advokasi kasus rakyat di beberapa daerah bersama mahasiswa dari beberapa kota.

Di bidang politik, tahun 1996-1999 Eko pernah menjadi Koordinator Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Solo, serta Koordinator KIPP Jawa Tengah. Pengalaman ini menjadi dasar suami dari Nuraeni Yeriarsi ini untuk mengambil study pengawasan pemilu di National Movement for Fair and Free Election (NAPFREL), Filipina pada tahun 1999. Tahun depannya Eko kembali ke Filipina untuk belajar pendidikan perencanaan anggaran secara partisipatif di Institute for Popular Democracy (IPD) serta Institute for Politic Governance (IPG).

eko-s-02Eko juga dikenal sebagai aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Solo. Pengalamannya diantaranya adalah sebagai Direktur Penelitian dan pengembangan Informasi di Gita Pertiwi Ecolocical Studies Project (1999-2001); Koordinator Konsorsium Monitoring & Pemberdayaan Institusi Publik (2001-2003); serta salah satu pendiri Solidaritas Perempuan untuk Hak Asasi Manusia (SpekHam). Pada periode 2003-2008 Eko dipercaya menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPUD) Kota Solo.

Ayah dari 2 putri dan 1 putra ini telah lama membantu Presiden Jokowi sejak menjadi Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. Orang mengenal Eko sebagai dikenal sosok dibalik program “blusukan”. Kegiatan ini merupakan pola komunikasi politik Jokowi dengan warga masyarakat, yang sekaligus juga sebagai media kontrol untuk pengecekan dan pengawasan pekerjaan di lapangan. Eko kemudian diangkat menjadi Deputi IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 32/M-Tahun 2015 tentang Pengangkatan Deputi di Lingkungan Kantor Staf Presiden.

Ditulis Ulang dari Sumber informasi & gambar:
http://ksp.go.id/deputi-iv/eko-sulistyo/
FaceBook Eko Sulistyo