Menikmati Alam dan Makanan Tradisional di Pasar Karetan

Kali ini kita mau ngomongin soal “Pasar Karetan” yang ada di Dusun Segrumung, Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Pasar Karetan ini bukan sembarang pasar tempat kamu biasa belanja sayur, ikan, daging, atau malah beras, tapi Pasar Karetan merupakan destinasi wisata digital dimana pengunjung dipancing dengan tampilan indah di media sosial untuk berkunjung. Dan dunia nyatanya lebih seru, pengunjung dapat menikmati suasana alam seperti hutan karet, sawah, bahkan angsa, burung dan sapi dalam kandang.

Selain itu tersedia berbagai kuliner tradisional khas seperti bakso batok, es rambut bidadari, pepes wader, bandeng bakar dan berbagai masakan menarik lain yang bisa dinikmati pengunjung. Tapi inget, mata uang rupiah nggak berlaku di pasar ini, melainkan girik yang terdiri dari pecahan: 2,5; 5; 10; 50 dan 100. Bila ingin bertransaksi di sini, tukarkan uang rupiahmu di pintu masuk atau di seberang pendopo sekretariat. Kamu bisa mendapatkan kembali sisa rupiahmu saat hendak balik.

Di Pasar yang awalnya adalah sebuah villa bernama Radja Pendapa ini terdapat sejumlah permainan tradisional yang bisa dicoba, seperti engklek, dakon atau congklak, mewarnai layang-layang, ayunan, hammock maupun memanah. Di posisi pusat pasar, terdapat plaza dilengkapi panggung tempat pengisi acara atau narasumber, yang berbeda setiap kali event. Pasar yang hanya buka jam 6 sampai 12 di hari minggu ini tema-nya selalu berganti. Semisal saat saya pertama kali datang ke sana, yaitu pada Pasar Karetan 6, Minggu, 10 Desember 2017, pengisi acara adalah komunitas Gadis Hammockers, alias komunitas para pencinta bentangan kain yang dikaitkan antar pohon atau tiang untuk tiduran. Lalu pada Minggu, 8 Juli 2018, hadir komunitas pencinta Motor Jadul MACI Kendal. Kemudian pada Minggu, 15 Juli 2018 Pasar Karetan kedatangan Polwan Cantik Herlina Swandy, kemudian dilanjutkan diskusi “Menguak Sejarah Area Boja dan Sekitarnya” bersama Komunitas pencinta situs sejarah “Dewa Siwa”. Satu lagi yang unik, di Pasar yang mulai beroperasi pada tahun 2017 ini, dari tempat parkir kendaraan kamu akan diantar dengan Odong-odong sampai ke tempat tujuan.

Nah, seru banget kan? Kalau mau ke Pasar Karetan ini gampang sekali, dari Semarang kamu bisa ke arah Ngaliyan, melewati BSB, sampai Mijen lalu belok kanan setelah lapangan Jatisari. Sedangkan kamu yang dari arah Kendal bisa lewat Kaliwungu, naik ke arah Boja, dan belok kiri sebelum lampu merah menuju arah Meteseh. Untuk simpelnya kamu bisa pakai Google Map dan ketikkan kata kunci Pasar Karetan – Radja Pendapa. Kamu bakal dipandu aman sampai di sana.

 

Liat keasyikan Pasar Karetan di video ini:

 

Kesiangan tapi Masih Tetep Asyik di Kebun Teh Medini

Usai menikmati Kesegaran “Air Terjun Curug Lawe Sejepit”, rombongan “Piknik Asik Bareng Admin Instagram Kendal” yang diadakan Komunitas Pengelola Akun/Administrator Instagram Kendal serta Genpi Kendal pada Minggu, 13 Mei 2018 melanjutkan perjalanan ke Kebun Teh Medini. Daerah ini terletak berada di ketinggian sekitar 2.050 meter dari permukaan laut di Medini, Dusun Gunungsari, Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Luasnya sekitar 386 hektar. Kebun teh ini konon sudah ada sejak jaman kolonial Belanda.

.
Kembali kami menghadapi tantangan jalanan berbatu. Saya juga nggak menghitung dengan akurat, mungkin kurang lebih perjalanan lima – sepuluh menit dari Curug Lawe Secepit. Setelah melewati sebuah pabrik pengolahan daun teh, nampaklah sebuah gundukan perbukitan kebun teh yang tinggi. Sebenarnya rombongan harus menitipkan kendaraan di kaki bukit kebun teh. Saya melihat ada sejumlah motor di parkiran dan melihat rombongan lain, yang menurut salah satu teman adalah pendaki gunung. Namun mbak Dewi anggota Genpi Kendal yang warga situ mengajak kita untuk tetap mengendarai motor. Menurutnya tempat tujuan masih jauh dan harus naik tinggi. Sebagian anggota rombongan yang belum sholat saat rumah singgah, menyempatkan diri sholat Dluhur dulu di Masjid At-Taqwa di kaki bukit kebun teh.
.
Saya sempat melihat di sini ada pipa air PAM yang membentang dari puncak dan konon sampai ke daerah bawah untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Namun sayangnya ada satu titik bocor dan entah kapan akan dibenahi.
.
Menaiki jalan kecil berbatu di Kebun Teh Medini membutuhkan motor dengan kondisi yang baik. Di akhir perjalanan, walaupun belum sampai puncak, mesin motor saya sempat bau seperti terbakar. Udah nggak kuat lagi. Untungnya mbak Dewi ngajak stop di situ. Motor rombongan diparkir di sisi jalan.
.
Maka sampailah kami di tempat tujuan. Tanaman-tanaman teh nampak terhampar luas indah. Sejauh mata memandang terlihat gunung dan pepohonan. Sejuk banget di mata. Rombongan piknik pun menyebar mengambil spot-spot menarik untuk selfie, foto bareng dan ngevlog. Di sini saya melihat ada truk pengangkut pemetik teh melintas. Arahnya dari jalan menuju daerah Promasan. Mba Dewi cerita kalau pemetik teh di Kebun ini berasal dari Dusun Gedongan, Gempol, dan Gunung Sari. Mereka berangkat pagi dan pulang sore. Para pemetih teh ini dibayar oleh pabrik dari berapa kilo/berat dari pucuk teh yang berhasil dipetik.
.
Keasyikan kami berjalan-jalan di kebun teh sempat terkendala ketika mobil bak terbuka pengangkut pemetik teh dan pucuk teh hasil petikan yang sudah di dalam karung hendak lewat dan turun. Motor yang kami parkir sisi jalan menghalangi perjalanan mobil, sehingga harus segera dipindahkan. Bergegas kami meminggirkan motor agar mobil bisa lewat. Alhamdulillah masalah segera diatasi, dan rombongan piknik kembali bisa melakukan aktivitas asyik.
.
Campur informasi dari mbak Dewi dan teman rombongan seperti Danny @kendalisme, Tommy @EventKendal serta lainnya plus hasil browsing internet, di puncak kebun teh ini terdapat daerah bernama Promasan. Di daerah ini terdapat sekitar 30 Kepala Keluarga (KK). Jauh dan susah tersentuh, sehingga seperti berbagai kebutuhan hidup seperti listrik solar cell dan kebutuhan lain diberikan oleh relawan. Para pencinta alam berkemah di Promasan untuk melihat keindahan matahari pagi hari sunrise. Konon di sini juga ada petilasan candi hindu. Selain itu ada juga Goa Jepang yang menurut mitos, jika ditelusuri bisa sampai ke Rumah Bupati Kendal, yang jaraknya tentu jauh terletak dekat di pesisir pantai Jawa. Namun hingga kini jika ada yang menulusuri gua Jepang tersebut, jaraknya hanya kurang lebih 1 km dan berakhir di pintu keluar yg terletak di sisi lain Promasan. Sayang kami nggak ke Promasan dan Goa Jepang mengingat waktu yang sudah menjelang sore. Mau menginap juga nggak mungkin karena belum direncanakan sebelumnya membawa perbekalan yang cukup, dan mengingat besok adalah hari Senin dan tidak cuti/libur. Mungkin lain kali kami harus kemari lagi, agar piknik lebih asyik dan berkesan.

Seru Bareng Admin Instagram Kendal, Tantang Arus Sungai Singorojo

Di masa kini, gawai dan dunia maya memang tak bisa dilepaskan. Memudahkan manusia untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Namun tetap saja dunia nyata tak bisa dilepaskan. Untuk semakin menihilkan batas antara yang maya dan nyata, Komunitas Pengelola Akun/Administrator Instagram Kendal mengadakan kegiatan “Piknik Asik Bareng Admin Instagram Kendal” pada Sabtu, 24 Maret 2018 di Desa Singorojo, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal.

Dalam kegiatan ini para admin instagram Kendal mengajak para follower/pengikut-nya untuk merasakan sensansi keseruan bersama mereka melaksanakan Tubing di sungai berarus kencang yang melintasi desa Singorojo, yaitu Kali Bodri. Akun instagram yang adminnya terlibat dalam kegiatan ini diantaranya adalah: @pesona_kendal @explorekendal @kendalupdate @kendal.ra @insta_kendal @wisatakendal @keliling.kendal @eventkendal @kendalisme dan @iniboja

Untuk memastikan keamanan, setiap peserta diwajibkan mengenakan life jacket dan helm. Sebanyak 22 orang yang melaksanakan Tubing dibagi dalam 2 kelompok. Kelompok pertama memulai perjalanan mereka dari daerah Jomblang. Nampak hadir menyertai mereka Camat Singorojo, Toni Ari Wibowo dan Lurah Desa Singorojo, Hadi Prayitno. Dengan ditemani sejumlah pemandu dari Desa Singorojo, para peserta melaksanakan petualangan mereka menaiki ban karet besar dan menyusuri aliran Kali Bodri yang deras dan berbatu. Sesekali arus menghantam, sehingga peserta lepas dari ban karet. Namun dengan sigap para pemandu berupaya mengamankan posisi mereka. Akhir perjalanan kelompok pertama adalah lapangan Singorojo, yang juga merupakan titik awal perjalanan untuk kelompok kedua.

Rute yang dilewati kelompok kedua tak kalah menariknya. Meski relatif lebih tenang karena kontur sungai yang melebar, mereka juga sesekali mendapati daerah berbatu yang berarus deras. Apalagi mendung mulai menggantung dan mencurahkan hujan di kejauhan, sehingga menambah debit air sungai. Perjalanan kelompok ini berakhir di daerah Taruman.

Tepat ketika rombongan hendak kembali ke pos berkumpul, yaitu Balai Desa Singorojo, hujan turun. Sudah telanjur basah, peserta tubing tak keberatan kembali dengan menaiki bagian belakang mobil bak terbuka di bawah guyuran hujan. Sampai di Balai Desa mereka bergegas mandi dan berganti pakaian kering. Di meja tengah sudah menanti para peserta yang masih terpacu adrenalinnya, santapan makan siang yang lezat, yaitu nasi dengan lauk ikan wader goreng, dilengkapi urap dan tempe bacem. Sebagai pelepas dahaga disiapkan minuman teh.

Dengan berpetualang bersama antara admin instagram Kendal beserta followernya, terciptalah kebersamaan dan keakraban. Interaksi tak lagi hanya sebatas ketikkan komentar, tapi tatap muka dan bicara. Kegiatan ini memang baru pertama kali diadakan, dan tidak menutup kemungkinan akan dilaksanakan lagi di berbagai tempat seru lain di Kabupaten Kendal yang tak kalah menarik, khususnya yang memiliki potensi wisata. Komunitas Administrator Instagram Kendal membuka peluang kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengikuti ataupun membuat kegiatan/program promosi pariwisata. Dengan semakin tersebarnya informasi, kunjungan wisata ke Kabupaten Kendal dapat meningkat, menggerakkan perekonomian masyarakat dan menambah PAD.

1 2 3 5